Cara tersebut juga merupakan taktik yang dikenal sebagai "blok hitam", memungkinkan mereka untuk bergerak bersama sebagai satu kelompok anonim.
Ada kelompok Antifa di Oregon lainnya yang mengatakan mereka sebagai "blok makanan ringan" yang bertugas menyediakan makanan dan air untuk sekutu mereka selama protes.
5. Taktik apa yang Antifa gunakan?
Antifa menggunakan berbagai taktik untuk melancarkan aksinya, termasuk berteriak dan membentuk barikade untuk menghalangi demonstran sayap kanan. Beberapa juga menggunakan taktik pemantauan lewat media sosial.
Kelompok-kelompok Antifa juga menggunakan bentuk-bentuk pengorganisasian masyarakat tradisional seperti demonstrasi.
Kemudian yang paling ekstrem mereka akan membawa senjata seperti semprotan merica, pisau, batu bata, hingga rantai dan tidak segan-segan untuk melakukan kekerasan.
6. Perempuan juga bergabung ke Antifa
Kelompok Antifa bukan hanya didominasi laki-laki, namun perempuan juga ikut dalam kelompok tersebut. Perempuan anggota kelompok Antifa mengatakan kepada BBC bahwa mereka memandang pemerintahan saat ini sebagai anti-perempuan.
Mereka menunjuk pada kebijakan Gedung Putih tentang imigrasi, perawatan kesehatan yang terjangkau, hak aborsi dan hak suara serta mengatakan pemerintah tidak adil terhadap hak perempuan.
Baca Juga: Duh Ngakak, Drama Guru Tugaskan Murid Chat Donald Trump via Linkedin
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?