Suara.com - Malaysia deportasi ratusan TKI saat wabah virus corona masih mengancam di dunia. Mereka di deportasi dari Sabah, Malaysia.
Mereka dideportasi ke Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Pemulangan tersebut dilakukan secara bertahap karena hanya menggunakan satu armada angkutan yang didatangkan dari Kabupaten Nunukan.
Konsul RI di Tawau, Negeri Sabah Sulistijo Djati Ismoyo saat dihubungi dari Nunukan, Rabu menyebutkan ratusan WNI yang akan dideportasi ini adalah yang sedang menjalani hukuman di dalam Pusat Tahanan Sementara (PTS) Air Panas Tawau.
Ia menjelaskan bahwa jumlahnya sebanyak 321 orang, di mana pada Rabu ini dideportasi 240 orang yang dilakukan dua tahap. Pada pagi hari ini sebanyak 121 orang dan siang harinya 119 orang.
Djati menegaskan, WNI yang tersangkut berbagai pelanggaran peraturan Malaysia itu sebagian besar merupakan pelanggaran keimigrasian dan ditampung di PTS Tawau selama pandemi COVID-19.
WNI tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur.
Ia juga menjelaskan dua bulan terakhir tidak dilakukan pemulangan oleh Pemerintah Malaysia sehubungan dengan adanya wabah COVID-19.
"Jadi deportasi pada awal Juni 2020 ini merupakan yang perdana sejak munculnya virus corona," katanya.
Khusus WNI asal Sulawesi, kata dia, langsung melanjutkan perjalanan ke Parepare, Sulsel menggunakan KM Thalia.
Baca Juga: AS Deportasi Migran Positif COVID-19, Presiden Guatemala Naik Pitam
"Para WNI ini akan melanjutkan perjalanannya ke Parepare pada malam harinya menggunakan KM. Thalia dan dari Parepare akan dilanjutkan ke tujuan akhir masing-masing," katanya.
Deportasi tahap kedua akan diberangkatkan pada Jumat (5/6) 2020 sebanyak 81 WNI lainnya, khusus yang beralamat di Kalimantan Utara seperti Nunukan, Tarakan, Tanjung Selor.
Sebelum diberangkatkan para deportan ini terlebih dahulu menjalani "rapid test" dengan hasil negatif oleh pihak berwenang di Tawau.
Setibanya di Kabupaten Nunukan, WNI bersangkutan akan menjalani "rapid test" kembali oleh otoritas setempat. Hal ini dilakukan untuk memastikan mereka negatif COVID-19 sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan akhir.
Pihak Konsul RI Tawau, kata Sulistijo Djati Ismoyo, membantu memfasilitasi melakukan verifikasi kewarganegaraan, penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait di Sabah dan instansi terkait di Kabupaten Nunukan untuk persiapan deportasi.
Penyeberangan dari Tawau ke Nunukan dilakukan dengan menggunakan KM. Mid East dan teknis pelaksanaannya dilakukan oleh pihak MKN dan pihak otoritas di Nunukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
Terkini
-
Inggris Kerahkan Kapal Perusak Tipe 45 dan Sistem Otonom Canggih ke Selat Hormuz Iran
-
Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran
-
Ribuan Tentara Amerika Serikat Siap Serang Iran Lewat Darat
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Dihujani Drone Rusia di Siang Bolong, Situs Warisan Dunia UNESCO di Lviv Hancur
-
Arab Saudi Marah ke Iran, Singgung Serangan Rudal Kiamat ke Negara Islam
-
Halalbihalal di Balai Kota, Pramono Anung: ASN Jakarta Masih WFH 2 Hari Lagi
-
Tak Jauh dari Indonesia, Negara Ini Mulai Irit BBM Hingga Nyatakan Darurat Energi
-
2000 Tentara AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Bersiap Masuki Iran
-
Penjelasan Shell terkait Stok BBM yang Masih Kosong di Seluruh SPBU