Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang anak-anak, ibu hamil dan lanjut usia (lansia) berkegiatan massal selama masa transisi menuju normal baru untuk mencegah penularan COVID-19.
"Kegiatan-kegiatan tertentu bagi warga lansia, anak-anak, dan ibu hamil belum boleh ikut berkegiatan. Di antara mereka yang komorbid (memiliki penyakit penyerta) adalah kelompok rentan," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, Kamis.
Anies mengatakan di masa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), hanya warga yang sehat boleh berkegiatan di luar rumah.
Selain kategori tersebut dan warga yang sakit, disarankan untuk tinggal di dalam rumah.
Penegakan hukum juga semakin digencarkan. Warga yang tidak mengenakan masker akan dikenai denda Rp250.000.
"DKI sudah membagikan 20 juta masker gratis buat seluruh warga di Jakarta, jadi tidak ada alasan," ujar dia.
Oleh karena itu, Anies meminta seluruh warga DKI Jakarta taat dan mematuhi protokol kesehatan COVID-19 selama masa transisi.
Sementara kapasitas ruangan untuk berkegiatan massal, seperti gedung pertemuan dan kantor, hanya diperbolehkan menampung orang maksimal 50 persen.
Masa transisi menuju normal baru di DKI Jakarta di tengah perpanjangan PSBB dimulai Jumat (5/6) hingga waktu yang belum ditentukan.
Baca Juga: Jokowi Divonis Langgar Hukum, Penggugat: Kalau di Jepang Sudah Harakiri
Berita Terkait
-
PSBB Jakarta Diperpanjang, Ini Uraian Lengkap Anies untuk Masa Transisi
-
Asal Angkut Keluarga, Anies Bolehkan Mobil Full Berpenumpang saat PSBB
-
'PSBB Diperpanjang', dr Boyke: Harus Dikerasin, Panjang Tanpa Keras Percuma
-
Rumah Makan Boleh Buka saat PSBB, Anies: Kapasitas Tamu Hanya 50 Persen
-
Buntut PSBB Jakarta Diperpanjang, Publik Protes #PSBBAmiesGagalTotal
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris