Suara.com - Menghilang setelah tak bisa mengikuti kelas online di rumahnya, Devika Balakrishnan, siswi sekolah menengah pertama di India, ditemukan tewas bunuh diri.
Menyadur India Today, Minggu (7/6), Devika berasal dari keluarga miskin. Di rumah, ia tak memiliki akses memadai untuk mengikuti program kelas online yang diadakan oleh sekolahnya selama pandemi virus corona.
Diduga kecewa, gadis berusia 14 tahun inipun dilaporkan menghilang dari rumah pada Senin (1/6) sekitar pukul 15.30 waktu setempat.
Sebelum pergi, ia sempat menuliskan surat berisi pernyataan 'Aku pergi', yang belakangan diketahui sebagai pesan perpisahan dari Devika.
Beberapa saat kemudian, gadis itu ditemukan berada 200 meter dari rumah dengan keadaan sudah tak bernyawa dan kondisi tubuh yang terbakar.
Dari lokasi kejadian, ditemukan sebotol minyak tanah tergeletak di dekat jasad siswa malang tersebut, mengutip laporan Gulf Times.
Ayah Devika, Balakrishnan, mengatakan putrinya terlihat depresi setelah tak bisa mengikuti kelas jarak jauh karena televisi di rumahnya rusak. Sementara mereka tak mampu membelikan Devika ponsel.
"Dia meminta kami untuk memperbaiki televisi (sehingga ia bisa) menghadiri kelas online. Tapi kami tidak memiliki uang untuk memperbaikinya dan kami tak memiliki ponsel," ujar Balakrishnan dalam keterangan kepolisian.
Menteri Pendidikan C. Raveendranath telah memerintahkan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian gadis yang berasal dari Malappuram, Kerala ini.
Baca Juga: Jerinx Klarifikasi Laporan Polisi, Istri Tegur Akun Palsu Suaminya
"Kami telah melakukan survei tentang fasilitas di rumah dan memperkenalkan program untuk siswa tidak mampu yang tidak memiliki televisi dan smartphone. Kami telah meluncurkan kelas online berdasarkan percobaan dan akan melakukan siaran ulang. Tapi sangat disayankan gadis itu bunuh diri," ujar Raveendranath kepada Indiatoday.in.
Pemerintah Kerala telah merilis kegiatan belajar mengajar secara online yang disiarkan melalui saluran televisi Victers.
Kelas berdurasi 20 menit tersebut ditujukan untuk 4,1 juta murid, dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Disebutkan, pemerintah negara bagian di India telah mengarahkan semua badan swadaya masyarakat setempat untuk menyiapkan ruang kelas dengan televisi bagi siswa tak mampu yang tak memiliki televisi atau smartphone di rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa
-
Kejagung Jangan Berhenti di Febrie Adriansyah, Aktor Intelektual Harus Diburu
-
Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting
-
Napi Lapas Pekanbaru Belum Ditemukan, Kabur saat Ambil Obat di Apotek
-
Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!
-
Dihukum 10 Tahun oleh KFA, Shin Tae-yong Tetap Tangani Persija
-
Perkuat Sektor Wing Back, Kendal Tornado FC Datangkan Eks Pemain Timnas U-19
-
Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu
-
Krisis Global di Depan Mata, Generasi Muda Ini Kumpul Cari Solusi Lewat Jalur Diplomasi