Karena hal itulah, dosennya memberikan susu saat Vina Amalia sedang lewat di hadapannya.
“Bahkan ada dosennya, namanya Pak Chairul, kalau ada anak saya itu lewat diberi susu ‘Ini nih (buat) kamu, kekurangan susu, dikasih,” ungkap Mahfud MD.
Momen unik itu akhirnya diceritakan Vina Amalia kepada Mahfud MD.
Setelah hal unik itu terjadi, Mahfud MD kemudian mengundang Pak Chairul untuk makan malam.
Saat sedang makan malam, Mahfud MD sangat berterima kasih kepada Pak Chairul.
Kemudian Pak Chairul bertanya kepada Mahfud MD, siapa nama putri Mahfud MD yang berkuliah di tempatnya mengajar.
“Sehabis itu saya panggil, undang makan. (Dosennya bilang) pak terima kasih, siapa putranya? ( Mahfud MD jawab) itu Vina anak saya,” ucap Mahfud MD.
Mendengar pengakuan Mahfud MD tersebut, Pak Chairul kaget dan langsung meminta maaf kepadanya, karena sempat memberikan susu kepada Vina Amalia.
Hal itu dilakukan oleh Pak Chairul karena menganggap Vina Amalia adalah anak dari orang yang tidak mampu.
Baca Juga: Mengaku Pernah Sakit Kulit, Netizen Sebut Mahfud MD Sah Jadi Anak Pondok
“Lho, saya kira dia anaknya orang enggak punya. (Makanya saya) kasih susu. Wah itu dia minta maaf,” kenang Mahfud MD seraya tersenyum.
Momen unik itu menjadi momen yang tidak terlupakan, baik untuk Vina Amalia, Mahfud MD dan Pak Chairul.
Vina Amalia menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Unair pada tahun 2012. Saat itu, Mahfud MD juga masih menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi.
Kini, Vina Amalia bekerja sebagai dokter di RSUD Dr Soetomo Surabaya bidang Rehab Ortopedia Bedah Tulang.
Berita Terkait
-
5 Hits Jogja Penjual Gorengan Cantik Ini Bikin Salfok Pesepeda Diusir Istri
-
Mengaku Pernah Sakit Kulit, Netizen Sebut Mahfud MD Sah Jadi Anak Pondok
-
Ikut Tantangan Unggah Foto Wisuda, Mahfud MD: Saya Lulusan 'Air Langgar'
-
Mahfud MD Dapat Laporan Pasien Corona di RS Pulau Galang 100 Persen Sembuh
-
Alhamdulillah! 150 Pasien Corona di RS Pulau Galang 100 Persen Sembuh
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku