Suara.com - Satu keluarga beranggotakan lima orang di Odisha, India, terpaksa tinggal di toilet selama lebih dari dua setengah tahun usai rumah mereka rusak terhantam topan Phalin pada 2013 silam.
Menyadur Hindustan Times, Senin (15/6/2020), Banita Senapati bersama, suami, ibu mertua, dan dua anaknya tak punya pilihan lain lantaran bantuan yang dijanjikan pemerintah tak kunjung terealisasi.
Nasib malang keluarga dari desa Thanapallipatna, distrik Nayagarh ini jadi perbincangan hangat setelah kisah mereka tersebar di media sosial.
Mereka memakai karpet tipis untuk menutup lantai toilet. Banita, anak perempuan, dan ibu mertuanya tidur di dalam bilik, sementara suami dan anak lelakinya tidur di bagian luar.
Di dalam bangunan yang sempit ini, keluarga ini juga memanfaatkan salah satu sudut ruangan sebagai tempat untuk memasak.
Selepas rumah mereka hancur, suami Banita, Ramesh Senapati yang merupakan seorang buruh harian, berupaya keras untuk mendapatkan rumah melalui program pemerintah. Namun usahanya tak kunjung membuahkan hasil.
"Dia bertemu dengan BDO lokal serta pejabat lainnya memonhon bantuan rumah, tapi semua yang ia dapatkan adalah janji kosong," ujar Bonita.
Direktur proyek agensi pembanginan pedesaan distrik Nayagarh, Subash Ray menyebut pemerintah tidak mengetahui masalah tersebut. "Kami akan melakukan penyelidikan dan melakukan apa pun yang diperlukan untuk membantu keluarga," kata Ray.
Kasus keluarga tak mampu tinggal di toilet ini bukan kali pertama terjadi. Desember 2019 lalu, seorang janda berusia 72 tahun di Mayurbhanj juga ditemukan tinggal di toilet selama lebih dari tiga tahun setelah gagal mendapatkan bantuan akomodasi dari pemerintah negara bagian.
Baca Juga: Ayah di Kediri Jadikan Anak Tiri Budak Seks, Korban Dilarikan ke Rumah Aman
Janda tersebut, Draupadi Behera, tidur di dalam toilet, sementara keluarganya termasuk cucu dan putrinya tidur di bangunan luar.
Kepala Menteri Naveen Patnaik, Maret lalu, mengatakan pihaknya akan mengalokasikan 20 lakh untuk rumah beton bagi keluarga tak mamou dalam empat tahun ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
-
Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara
-
Ugal-ugalan dan Lawan Arus, Mobil Calya Diamuk Massa di Gunung Sahari
-
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
-
Pasca-kecelakaan Beruntun, DPRD DKI Minta Transjakarta Evaluasi Penempatan Depot dan Jam Kerja Sopir
-
Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun
-
Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis di Bekasi
-
Jelang Mudik Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Maksimalkan Pengamanan Nasional
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!