Suara.com - Founder Drone Emprit Ismail Fahmi melihat elektabilitas dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selama menangani pandemi virus Corona covid-19. Hasil yang muncul, Anies memang paling sering dibicarakan namun bukan berarti ia paling favorit.
Ismail menjelaskan pengamatannya pada setiap platform media sosial yang dilakukan sejak 9 Mei hingga 8 Juni 2020. Sumber data yang diambilnya itu mulai dari Twitter, Facebook, Instagram, YouTube hingga media massa berbasis online.
Dilihat dari beragam sumber tersebut, Anies mendapatkan 64 persen sebagai tokoh yang paling populer ketimbang RK dan Ganjar. Sedangkan RK mendapatkan 19 persen dan Ganjar memperoleh 17 persen.
"Paling banyak dipercakapkan itu, paling populer itu adalah Anies Baswedan," jelas Ismail dalam sebuah diskusi virtual, Selasa (16/6/2020).
Meski demikian, bukan berarti hasil tersebut menyimpulkan kalau Anies berada di posisi teratas ketimbang RK dan Ganjar. Pasalnya, kalau dilihat dari segi favorabilitas, Anies justru berada di posisi paling buncit.
Ismail menerangkan bahwa favorabilitas itu diperoleh dari hasil selisih sentimen positif dan negatif.
"Bisa jadi orang itu sangat positif tapi negatifnya tinggi, ya berarti favorabilitasnya berkurang," ujarnya.
Dari diagram yang ditunjukkannya, sentimen positif yang didapatkan Anies sebesar 61 persen. Angka itu paling rendah ketimbang RK yang mendapatkan 73 persen dan Ganjar 70 persen. Sedangkan untuk sentimen negatifnya, Anies mendapatkan 30 persen, RK sebesar 19 persen dan Ganjar sebanyak 17 persen.
Sentimen positif dan sentimen negatif itu kemudian dicari selisihnya. Sehingga hasilnya, yang paling difavoritkan itu ialah RK, disusul dengan Ganjar kemudian Anies.
Baca Juga: Viral Aksi Jambret HP di Jakarta Barat, Begini Kata Polisi
"Kalau kita lihat rumus favorabilitas yang paling favorable nomor satu itu adalah Ridwan Kamil kemudian nomor dua adalah Ganjar Pranowo dan paling buncit adalah Anies Baswedan."
Berita Terkait
-
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo: Jangan Tergesa-gesa New Normal
-
PSBB Transisi, Tingkat Reproduksi Covid DKI Masih di Angka 0,99
-
Anies Belum Mau Buka Sekolah Sampai Corona Terkendali
-
Anies Bersepeda Tidak Pakai Masker, Guntur Romli PSI Tagih Bayar Denda
-
Ketemu Anies Naik Sepeda, Jusuf Hamka Tak Diperbolehkan Turun Mobil
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya