Suara.com - Seorang pria di negara bagian Uttar Pradesh, India, menikah dengan sebuah patung kayu atas permintaan dari ayahnya sendiri.
Menyadur Gulf News, pernikahan yang digelar di kota Ghurpur pada Kamis (18/6) ini berlangsung dengan ritual pernikahan seperti pada umumnya di India.
Ayah mempelai pria, Shiv Mogan, memiliki alasan tersendiri atas persetujuannya menikahkan anaknya dengan orang-orangan.
Cukup aneh, Mogan menilai anaknya memiliki kondisi serba kurang yang membuatnya pantas mengikat janji sehidup semati dengan patung kayu.
"Saya memiliki sembilan putra, delapan di antaranya telah menikah. Putra ke-9 saya tidak memiliki harta dan tidak pintar, jadi saya menikahkannya dengan patung," ujar Mogan.
Hajatan Mogan ini belakangan jadi perbincangan hangat di media sosial. Beberapa warganet kompak geleng-geleng kepala mengetahui alasan dibalik pernikahan ini sendiri.
"Ini malah terdengar seperti, ayah itu yang harusnya menikah dengan patung supaya tak mempunyai 9 anak," cuit pengguna twitter @anujgupta474
"Cara sederhana untuk memastikan orang yang tak mampu mengelola hidupnya sendiri agar tak menciptakan lebih banyak kehidupan (anak)," kata akun @adhiroham.
Pernikahan tak biasa yang terjadi di tengah pandemi virus corona ini dihadiri oleh para kerabat dari mempelai pria.
Baca Juga: Erupsi Dua Kali, Begini Kesaksian Warga Lereng Gunung Merapi
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!
-
Siapkan Payung Saat Ramadan, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlanjut di Sebagian Besar Indonesia
-
Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien
-
Kemenko Kumham Imipas Sebut Perlu Sinkronisasi Regulasi dalam Penyelesaian Overstaying Tahanan