Suara.com - Seorang warga negara asing (WNA) asal Afrika Selatan berusia 38 tahun dinyatakan positif COVID-19 di Kota Batam. Hal ini diketahui berdasarkan pemeriksaan usap (swab) mandiri yang dilakukannya untuk kebutuhan penerbangan.
"Seorang laki-laki usia 38 tahun, swasta, merupakan kasus baru COVID-19 nomor 211 Kota Batam yang merupakan WNA dari Afrika Selatan," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam Muhammad Rudi di BAtam, Senin (22/6/2020).
Rudi menuturkan, WNA itu diketahui berdomisili dan bekerja di Batam. WNA itu melakukan tes usap mandiri untuk memenuhi syarat penerbangan menuju ke Palembang, Sumatera Selatan.
"Sehubungan adanya keperluan keberangkatan yang bersangkutan ke Kota Palembang maka pada 18 Juni 2020 datang memeriksakan diri ke Klinik Medilab Batam untuk melakukan pemeriksaan 'swab' tenggorokan secara mandiri, yang hasilnya diketahui pada hari ini dengan terkonfirmasi positif," katanya.
Dengan tambahan satu kasus warga Afrika Selatan itu, kata dia, hingga kini sudah tercatat lima orang WNA positif COVID-19 di Kota Batam.
Bersama WNA itu, Gugus Tugas mengumumkan tambahan dua orang yang positif terpapar virus corona jenis baru penyebab COVID-19 pada Senin, hingga totalnya menjadi 212 positif COVID-19.
Dari jumlah itu, kata dia, sebanyak 130 orang di antaranya sembuh, 12 meninggal dan lainnya masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit setempat.
Terkonfirmasi positif nomor 210 yaitu pekerja swasta 30 tahun yang berdomisili di Kecamatan Sei Beduk.
"Yang bersangkutan pada 18 Juni 2020 datang memeriksakan diri ke Klinik Medilab Batam untuk melakukan pemeriksaan swab tenggorokan secara mandiri guna keperluan memenuhi persyaratan penerbangan ke Jakarta," katanya.
Baca Juga: Jakarta Fair 2020 Kemungkinan Digelar Akhir Tahun
Kemudian terkonfirmasi positif 212 adalah pekerja swasta Kecamatan Sei Beduk Kota Batam, yang tes swab tenggorokan secara mandiri guna melamar pekerjaan.
"Perlu diketahui sebelumnya bahwa yang bersangkutan sudah sejak dua bulan yang lalu tinggal di Musi Banyuasin dan kemudian kembali ke Batam sejak tanggal 5 Juni 2020," kata dia.
Ia menambahkan sejak tiba di Batam, yang bersangkutan mengaku lebih banyak beraktivitas di rumah.
"Kondisi semuanya stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti," demikian Muhammad Rudi. (Antara)
Berita Terkait
-
Usai Ikut CFD Thamrin-Sudirman, Perlukah Tes Virus Corona Covid-19?
-
Belum Ada Arahan dari Pemprov, Pesantren di Jakarta Masih Ditutup
-
Mengapa Jaga Jarak 1,5 Meter Dianggap Mampu Tangani Virus Corona?
-
Selama Pandemi Covid-19, Boiyen Ngaku Rugi hingga Ratusan Juta Rupiah
-
Lontarkan Definisi Nyeleneh Soal Covid-19, Menteri Pakistan Dikritik
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji