Suara.com - Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menggunakan seleksi umur membuat orang tua murid resah. Pasalnya aturan ini menjadikan usia paling tua dalam sistem penerimaan jalur zonasi menjadi diprioritaskan.
Hari ini, para orang tua murid yang tergabung dalam Gerakan Emak dan Bapak Peduli Pendidikan dan Keadilan (Geprak) menggelar unjuk rasa di Balai Kota untuk memprotes sistem ini. S
Suhada, peserta aksi yang juga orang tua murid mengaku sudah terkena dampaknya.
Anaknya yang ingin masuk salah satu SMA gagal mendapatkan sekolah yang diinginkan. Padahal, puterinya itu mendapatkan peringkat 1 nilai akademik terbaik di salah satu SMP di Tanjung Priok Jakarta Utara.
"Anak saya peringkat 1, tapi kalah sama yang tua-tua," ujar Suhada di lokasi, Selasa (23/6/2020).
Suhada lantas menunjukan foto sertifikat peringkat satu anaknya dari sekolah asal. Nilai akedemiknya juga ditunjukan dengan rata-rata 9,1.
Ia mengaku khawatir dengan sistem ini mengingat anaknya masih cukup muda dari standar usia masuk SMA. Masuk sekolah swasta pun juga bukan menjadi pilihan buatnya.
"Sekarang anak saya kan pinter, sudah kita didik. Jadi sia-sia dong kalau kalah sama umur," jelasnya.
Agung Wibowo Hadi (46) salah satu perwakilan Geprak mengatakan tak mempermasalahkan adanya siswa yang tua masuk sekolah. Namun menurutnya harus dipisahkan dari jalur zonasi.
Baca Juga: Anies Didemo Orang Tua Murid: Cukup Corona yang Bikin Susah, PPDB Jangan!
"Namanya pendidikan kan terukur. Kalau sekolah buat siswa yang tua, gak sempat atau bisa sekolah ya enggak apa-apa. Tapi jangan dimasukan di jalur zonasi saingan sama anak kita yang masih muda," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Bukan Pembersihan Biasa! Butuh 6 Bulan untuk Bikin Tugu Monas Kembali Kinclong
-
Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045
-
Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas
-
Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kupang, Gus Ipul: Sudah Mendekati 75 Persen
-
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
-
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard Ryacudu di Kemhan Pagi Ini
-
Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil
-
Mama Sinta Bantah Diintimidasi TNI dan Naik Jet Haji Isam ke Jakarta: Itu Provokator!
-
Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah
-
Viral! Gegara Hal Ini Polisi Banting dan Seret Wanita Hamil, Suami Korban Ikut Dipukuli