Suara.com - Puluhan petugas kantor pos di Jerman terpaksa dievakuasi dan enam pekerja dibawa ke rumah sakit setelah memeriksa paket yang ternyata berisi buah durian.
Menyadur South China Morning Post, sekitar 60 orang dievakuasi dari kantor pos di Schweinfurt pada Sabtu dan 12 pekerja dirawat karena mengalami mual setelah memeriksa paket durian dari Thailand.
Enam ambulans, lima mobil responden pertama, dua kendaraan darurat dan tiga pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengevakuasip petugas yang ada di kantor pos tersebut, kata petugas kepolisian Schweinfurt dikutip dari CNN.
"Karena isi paket yang tidak diketahui, maka dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan risiko lebih besar," kata pernyataan itu.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terungkap bahwa paket tersebut berisi empat durian Thailand, Bayerischer Rundfunk melaporkan.
Menurut keterangan kantor pos, durian tersebut dikirim ke seorang penduduk berusia 50 tahun yang tinggal di di Nuremberg dari seorang temannya.
Di Jerman, ini bukan pertama kali durian menimbulkan masalah di tempat umum.
Mahasiswa di Universitas Canberra di Australia mengungsi Mei lalu setelah diduga adanya kebocoran gas, namun ternyata bau tersebut berasal dari durian. Sekitar 550 orang terpaksa meninggalkan gedung dalam waktu kurang dari enam menit.
Pada tahun 2018, penerbangan Indonesia tertunda setelah penumpang mengeluh adanya bau durian di dalam kabin.
Baca Juga: Lebih dari 600 Pekerja Pabrik Jerman Terinfeksi Covid-19, Gelombang Kedua?
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend