Suara.com - Kasus kekerasan yang berujung pada penganiayaan tiga kapten kapal Taiwan terhadap seorang ABK Indonesia berinisial DY, berhasil diselesaikan dengan cara kekeluargaan.
Menurut keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Colombo, penyelesaian kasus ditandai dengan perjanjian damai dan uang kompensasi yang disepakati oleh DY dan Global Fisheries, perusahaan yang menaungi tiga kapten kapal Wasana.
Kasus penganiayaan yang terjadi pada Selasa (9/6) lalu ini bermula ketika DY menolak permintaan kapten untuk pindah dari kapal 389 ke kapal 777. DY menolak lantaran ia telah putus kontrak kerja per akhir Mei.
Tak terima dengan apa yang menimpa DY, puluhan ABK Indonesia pun melakukan pengeroyokan terhadap dua kapten kapal Taiwan tersebut, atas dasar solidaritas.
KBRI Colombo mengatakan pihaknya telah menggelar pertemuan dengan pihak Global Fisheries pada 11 dan 22 Juni, guna mencari jalan tengah. Akhirnya, disepakati insiden ini tak akan dibawa ke jalur hukum.
Masalah tersebut akan diselesaikan secara damai dan kekeluargaan yang dapat diterima semua pihak.
Perusahaan juga telah bersedia untuk membelikan tiket kepulangan DY dan empat ABK lain yang telah putus kontrak kerja karena keinginan pribadi. Kelimanya dijadwalkan pulang ke Indonesia pada awal Juli 2020.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas