Bangun Santoso | Novian Ardiansyah
Senin, 29 Juni 2020 | 12:09 WIB
Anggota DPR Fraksi PKS, Mardani Ali Sera. [Suara.com/Novian Ardiansyah]

Suara.com - Anggota DPR Fraksi PKS, Mardani Ali Sera meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak sekadar mengancam melakukan perombakan kabinet atau reshuffle semata melalui pernyataan. Namun harus direalisasikan menjadi sebuah kenyataan.

Mardani memandang, setidaknya Jokowi harus benar-benar menyelaraskan ucapan dan tindakannya itu pada pekan depan. Di mana perombakan jajaran para pembantu presiden harus dilakukan.

"Pertama, pemimpin justru jelas dan tegas di masa krisis. Kesalahan kecil bisa fatal saat kondisi genting. Langkah yang baik untuk pak Jokowi tegas dan jelas pernyataannya. Kedua, jangan berhenti dalam pernyataan. Sepekan paling lambat mesti ada tindak lanjut aksi dan keputusan tegas dan jelas dari pernyataan itu," kata Mardani saat dihubungi, Senin (29/6/2020).

Ketua DPP PKS itu menilai, apabila ancaman reshuffle tidak diiringi dengan keputusan apapun, maka pernyataan Jokowi berpotensi berbalik kepada dirinya. Jokowi justru yang nantinya akan dianggap tidak memikiki sense of crisis lantaran hanya mengancam, namun tidak berani mengambil keputuan.

"Jika tidak ada aksi maka pak Jokowi justru yang disebut tidak punya sense of crisis. Ketiga, rakyat kian berat kondisinya. Pemerintahlah harapannya," kata Mardani.

"Karena itu pak Presiden mesti berani ambil keputusan tegas. Pak Presiden amanahnya dari rakyat. Jangan takut buat keputusan. Presiden tidak boleh mengeluh apalagi curhat. Ambil keputusan. Rakyat taruhannya," katanya menambahkan.