Suara.com - Lebih dari 200 ilmuwan dari seluruh dunia mengirim surat terbuka kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memperbarui pedoman pencegahan Covid-19.
Permintaan itu didasari dari temuan terbaru di mana para ilmuwan yang berasal dari 32 negara itu meyakini virus Corona bisa menyebar lewat udara.
Patogen bernama ilmiah Sars-CoV-2 itu dikatakan bisa menular lewat partikel mikroskopis (aerosol) yang melayang di udara dan menyebar hingga beberapa meter.
Para pakar menuduh badan yang berada di bawah naungan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) itu telah gagal mengeluarkan peringatan yang tepat terkait risiko penularan Covid-19.
Sebelumnya, WHO menyebut setidaknya hanya ada dua jenis penularan virus Corona yakni menghirup tetesan droplet dari pasien Covid-19 di sekitar Anda.
Adapun satu jenis penularan lainnya yakni menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi dibarengi dengan sentuhan ke bagian mata, hidung dan mulut.
239 peneliti yang menandatangani petisi itu berpendapat bahwa pedoman WHO mengabaikan bukti yang berkembang di mana penularan jenis ketiga memainkan peran penting dalam infeksi Covid-19.
Jenis infeksi ketiga di mana Covid-19 menyebar lewat udara ini disebut ilmuwan sebagai penyebaran super, termasuk kasus infeksi pengunjung di sebuah restoran di Cina meski sudah duduk di meja terpisah.
"Kami 100 persen yakin tentang ini," kata Lidia Morawska, seorang profesor ilmu atmosfer dan teknik lingkungan di Queensland University of Technology di Brisbane dikutip The New Daily, Minggu (5/7/2020).
Baca Juga: Kulon Progo Tambah 1 Pasien Positif COVID-19, Diduga Tertular di Semarang
Desakan dari para ilmuan itu muncul setelah WHO melaprokan rekor peningkatan infeksi virus Corona mencapai 212.326 dalam 24 jam. Peningkatan terbesar berasal dari Amerika Serikat, Brasil, dan India.
Lidia Morawska menyebut surat terbuka itu akan disusul dengan penerbitan jurnal ilmiah yang diharapkan bisa dipublikasikan pekan depan.
Para pejabat WHO sebelumnya telah mengakui bahwa virus dapat ditularkan melalui aerosol.
Namun mereka mengatakan itu hanya terjadi selama prosedur medis seperti intubasi yang dapat memuntahkan partikel mikroskopis dalam jumlah besar.
Dr Benedetta Allegranzi, seorang ahli WHO terkemuka dalam pencegahan dan pengendalian infeksi, menanggapi surat terbuka itu dengan menyebut bukti dari para ilmuan baru sebatas percobaan laboratorium, belum sampai ke medan sesungguhnya.
“Kami menghargai dan menghormati pendapat dan kontribusi mereka dalam debat ini,” tulis Dr Allegranzi.
Menyadur Worldometers.info, kasus infeksi virus Corona secara keseluruhan telah melampaui angka 11 juta, di mana jumlah kematian mencapai 534.164 jiwa.
Tag
Berita Terkait
-
Duh! Limbah Elektronik Selama 2019 Tembus 53,6 Juta Ton
-
Kok Ada Sih Masyarakat yang Cuek Dengan Aturan Protokol Kesehatan?
-
Taj Mahal Kembali Dibuka, Wisatawan Dibagi Dua Kelompok
-
Kulon Progo Tambah 1 Pasien Positif COVID-19, Diduga Tertular di Semarang
-
Pria yang Viral di Foto Tragedi 9/11 Meninggal karena Virus Corona
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi