Suara.com - Komisi III DPR RI menggelar pertemuan dengan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di Gedung Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2020) kemarin. Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka menyamakan visi antara panitia kerja atau panja penegakan hukum yakni DPR RI, Polri dan Kejaksaan Agung RI.
Anggota Komisi III Arteria Dahlan mengemukakan, dalam pertemuan dengan Kabareskrim Polri pihaknya banyak membahas terkait persoalan Sumber Daya Alam atau SDA. Setidaknya, kata Arteria, ada tiga poin besar yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan itu, yakni terkait illegal fishing, illegal mining, dan illegal logging.
"Tapi desain besarnya bagaimana tata kelolah sumber daya alam ini penuh kemanfaatan dan menghasilkan atau tidak merugikan negara," kata Arteria.
Selain itu, Arteria menyebut dalam pertemuan itu turut membahas atau menyoroti sejumlah kasus terkait SDA yang tengah ditangani Bareskrim Polri. Misalanya, kasus tambang timah ilegal di Bangka Belitung, tambang ilegal atau illegal mining di Jambi, dan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di sejumlah wilayah di Indonesia.
"Intinya, kita akan melakukan kerja-kerja penegakan hukum yang dilakukan penegak hukum yang makan biaya besar bisa efektif dan bermanfaat oleh masyarakat. Tidak hanya kepastian hukumnnya, rasa kadilan. Terutama bagaimana teselamatkan uang rakyat uang negara. Syukur-syukur bisa menambah keuangan negara kita," ujar Arteria.
Untuk diketahui, sebelum bertemu dengan Kabareskrim Polri, Komisi III DPR RI telah lebih dulu menggelar pertemuan dengan Kejaksaan Agung RI. Pertemuan tersebut dilakukan sebagai serangkaian kunjungan untuk menyamakan visi antara panja penegakan hukum, yakni DPR RI, Polri dan Kejaksaan Agung RI.
Berita Terkait
-
Kapal Asal Filipina dan Malaysia Curi Ikan di Perairan Sangihe
-
Gus Mus Dukung Susi: Tak Ada Kepentingan Politik, Kecuali Peduli Lingkungan
-
Bergambar Bendera Israel, Kapal Nelayan Indonesia Dibakar di Australia
-
Edhy Prabowo Tepis Kabar Tak Lagi Tenggelamkan Kapal
-
Penenggelaman Kapal Disebut Tak Lagi Ada, Ini Respons Susi Pudjiastuti
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat