News / Nasional
Selasa, 07 Juli 2020 | 12:42 WIB
Jubir Alumni 212, Habib Novel Bamukmin (Suara.com/Chyntia)

"Anehnya saat ini Rieke Diah Pitaloka malah menjadi ketua panja RUU HIP yang heboh itu lagi lagi aroma komunis sangat kental karna tidak memasukan Tap MPRS nomor 25 tahun 1966 tentang pelarangan komunisme, marxisme dan leninisme dengan begitu klop sudah kebangkitan komunis semakin nyata dengan sangat terang terangan dipertontonkan dan kalau tidak salah lengkap dengan topi yang pernah dipakai Rieke Diah Pitaloka dengan logo bintang merahnya," kata Novel.

Karena itu pihaknya kata Novel akan kembali menggelar aksi untuk menolak RUU HIP yang merupakan tanda kebangkitan komunis.

"Sudah harga mati kami tolak RUU HIP dan segera pemerintah untuk mencabut dan membatalkan RUU HIP dengan tidak ditunda atau diganti dengan nama lain sekalipun dan kami tidak akan berenti sebelum RUU HiP dicabut atau dibatalkan Bahkan siap membuat aksi lebih besar lagi dengan spirit 212," katanya.

Load More