- Megawati Soekarnoputri mendesak reformasi total PBB saat peringatan 71 tahun KAA di Sekolah Partai pada Sabtu, 18 April 2026.
- Ia mengusulkan penghapusan hak veto negara besar serta menjadikan Pancasila sebagai landasan hukum internasional untuk mencapai kesetaraan bangsa.
- Megawati menyarankan pemindahan markas PBB ke lokasi netral dan mendorong pelaksanaan KAA Jilid II untuk mengatasi krisis geopolitik global.
Suara.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan orasi kebangsaan yang tegas dalam peringatan ke-71 Konferensi Asia Afrika (KAA).
Ia menyerukan perlunya reformasi total atau re-tooling terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi zaman.
Hal itu disampaikan Megawati dalam acara bertajuk “71 Tahun Peringatan KAA: Relevansi Gerakan Asia-Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini” di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Sabtu (18/4/2026).
Megawati mengingatkan kembali pidato bersejarah Bung Karno di hadapan PBB pada tahun 1960.
"Melalui pidato di PBB yang terkenal dengan judul 'To Build The World a New' pada 30 September 1960, Bung Karno menyerukan reformasi atau re-tooling PBB. Kesetaraan antarbangsa menjadi agenda terbesar Bung Karno," ujar Megawati dalam pidato.
Presiden ke-5 RI tersebut menekankan bahwa hak istimewa yang dimiliki negara pemenang Perang Dunia II telah menciptakan ketimpangan global.
Sebagai solusi, ia menghidupkan kembali gagasan Bung Karno untuk mengubah dasar hukum internasional dengan memasukkan nilai-nilai Pancasila.
"Bung Karno mengusulkan penghapusan hak veto yang dimiliki negara pemenang Perang Dunia II. Selain itu, perlu ada perubahan Piagam PBB dengan memasukkan Pancasila sebagai landasan internasional," tegasnya.
Selain penghapusan hak veto, Megawati juga menyoroti lokasi Markas Besar PBB yang menurutnya harus berada di tempat netral, jauh dari jangkauan pengaruh persaingan kekuatan besar dunia.
Baca Juga: Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
Hal ini dianggap krusial untuk menjaga independensi organisasi internasional tersebut.
Megawati menilai struktur internasional saat ini sedang mengalami guncangan hebat, merujuk pada ketegangan di berbagai belahan dunia seperti Venezuela dan serangan terhadap Iran.
Baginya, dunia sangat membutuhkan alternatif pemikiran untuk mewujudkan perdamaian sejati.
"Dunia kini memerlukan pemikiran alternatif tentang bagaimana perdamaian dunia diwujudkan. Dalam perspektif ini, semangat KAA, Gerakan Non-Blok (GNB), dan pidato 'To Build The World A New' menjadi jawaban tentang pentingnya kesetaraan antarbangsa," lanjutnya.
Lebih lanjut, Megawati mengingatkan bahwa ancaman neokolonialisme dan imperialisme (Nekolim) masih nyata meskipun muncul dalam corak yang lebih modern. Ia pun mendorong agar Konferensi Asia Afrika Jilid II segera dilaksanakan sebagai kompas masa depan dunia.
"Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Jilid II sangat relevan. Di sinilah pemikiran geopolitik Bung Karno menjadi kompas bagi masa depan bangsa dan dunia," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Sebut Iran Mampu Mempraktikkan Ajaran Trisakti Bung Karno, PDIP: Bagaimana dengan Pemerintah?
-
Sinyal Damai di Selat Hormuz: PBB Sambut Langkah Iran, Trump Masih 'Kunci' Pelabuhan
-
Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika
-
PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi
-
Prabowo di Depan Ribuan Petugas MBG: Terima Kasih Atas Kesetiaan Kalian
-
Dadan Hindayana Dijerat Pasal Berlapis, Ancaman Hukuman Bisa 20 Tahun Penjara
-
Detik-Detik Mencekam! Helikopter AL Inggris Meledak di Udara, 3 Prajurit Tewas
-
KPK Amankan 17 Orang dalam OTT Imigrasi, Eks Dirjen dan Kakanwil Jawa Barat Ikut Terjaring
-
DJKI Selesaikan 104 Sengketa Kekayaan Intelektual Melalui Mediasi
-
Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu
-
Kejagung Ungkap Detik-detik Penangkapan Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN
-
Buru Wamen Imipas, KPK Dapat Info Silmy Karim Masih di Jakarta dan Sekitarnya