News / Nasional
Selasa, 07 Juli 2020 | 16:31 WIB
Sejumlah warga Baduy Dalam menggunakan masker berjalan menuju kota Rangkasbitung di Kecamatan Cimarga, Lebak, Banten, Sabtu (30/5). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas]

3. Memiliki keyakinan Tabu untuk difoto

Salah satu yang membuat Suku Baduy mengajukan surat untuk mencoret wilayahnya dari destinasi wisata Nasional karena salah satu media asing berhasil mendokumentasikan serta mempublikasikan wilayah adat Baduy khusunya Baduy Dalam.

Hal sangat bertentangan dengan peraturan mereka, mereka dipercaya untuk tetap melestarikan adat-istiadat, bagi masyarakat suku Baduy foto adalah hal yang tabu, wisatawan yang masuk ke wilayahnya harus mematuhi peraturan yang telah dibuat oleh Suku Baduy termasuk tidak mendokumentasikan apapun selama berada di wilayah mereka.

4. Tidak mengenal pendidikan sekolah

Masyarakat suku Baduy tidak tertinggal walaupun mereka tidak mengenal pendidikan sekolah. Mereka menggunakan Bahasa Sunda untuk kehidpan sehari-hari dan menggunakan Bahasa Indonesia untuk berinteraksi dengan orang luar.

Pendidikan formal dianggap berlawanan dengan adat-istiadat mereka, usulan pemerintah hingga saat ini masih ditolak jika berkaitan dengan pembangunan fasilitas sekolah. Mereka tidak mengenal budaya tulis, dalam adat isti-istiadat, Kepercayaan/agama dan cerita nenek moyang hanya tersimpan di dalam tuturan lisan saja.

5. Masyarakat Suku Baduy terbagi menjadi tiga kelompok

Ada tiga kelompok yang tinggal di dalam wilayah Suku Baduy yaitu tangtu, panamping dan dangka.

- Tangtu adalah kelompok yang dikenal sebagai Kanekes Dalam (Baduy Dalam) mereka adalah orang-orang yang ketat mengikuti adat-istiadat dan tinggal di tiga kampung (Cibeo, Cikertawana dan Cikeusik). Mereka lebih jarang bertemu orang asing dan bercirikan menggunakan ikat kepala berwana putih serta berpakaian warna putih atau biru tua.

Baca Juga: Ancaman Budaya Modern dan Sampah, Baduy Ajukan Dicoret dari Daftar Wisata

- Panamping adalah kelompok yang juga dikenal dengan Kanekes Luar mereka tinggal di desa Cikadu, Kaduketuk, Kadukolot, Gajeboh dan Cisangu. Memiliki ciri khas dengan ikat kepala berwana hitam dan sudah banyak berbaur dengan masyarakat luar.

- Dangka adalah masyarakat suku Baduy yang tinggal di luar wilayah Kanekes, saat ini tersisa dua kampung saja yaitu Padawaras (Cibekung) dan Sirahdayeuh (Cihandam).

Itulah lima fakta Suku Baduy!

Load More