Suara.com - Dua petugas rumah sakit terekam CCTV membuang jenazah di pinggir jalan di lingkungan Rumah Sakit Peoples di Bhopal, India pada Senin (07/07/2020). Menyadur India Today, sosok yang ditelantarkan adalah pasien corona.
Dari rekaman video, terlihat dua petugas dengan APD mengeluarkan jenazah dan meninggalkannya begitu saja.
Awalnya, pasien bernama Wajid Ali dirawat selama dua minggu di RS Peoples di Bhopal dengan keluhan sakit ginjal. Namun keluhannya bertambah dalam beberapa hari terakhir. Ia mengalami kesulitan bernafas dan diduga pneumonia.
Anak korban mengatakan ayahnya dites Covid-19 pada Minggu dan hasilnya keluar hari Senin. Tes menyatakan hasilnya positif corona. Ia lantas dipindah ke Rumah Sakit Chirayu Medical College pada Senin pagi dengan ambulans.
Namun ambulans kembali dalam waktu yang cukup singkat dan hal ini membuatnya anaknya heran.
"Saya tak tahu apa yang terjadi di ambulans, tapi mengapa pemerintah kabupaten harus memindahkannya ke rumah sakit jika mereka membuangnya di jalan seperti ini," katanya.
Pihak RS Peoples, Dr Manju mengatakan rumah sakit langsung disterilkan setelah pasiennya dibawa ke rumah sakit rujukan.
"Ambulans dari rumah sakit Chirayu sampai di rumah sakit rakyat sekitar pukul 4:30 sore dan setelah Wajid Ali diambil, kami memulai proses pengasapan rumah sakit sesuai protokol," ujarnya.
Ia melanjutkan, proses pengasapan masih berlangsung ketika ambulans kembali dan membuang Wajid Ali di trotoar.
Baca Juga: Jenazah Corona di RSUD Medan Dibawa Kabur, Keluarga Kini Dicari-cari Polisi
Pihak pemerintah langsung mendapat laporan tentang hal ini dan memerintahkan RS Chirayu untuk bertanggung jawab dan mengambil Wajid Ali kembali.
Satu jam berlalu tapi sepertinya nyawa Wajid Ali tak bisa diselamatkan. Dari rekaman CCTV terlihat pihak dokter RS Peoples mencoba menghidupkan kembali Wajid Ali, namun gagal.
Dengan frustasi, anaknya berkata ia yakin ayahnya masih hidup ketika masuk ambulans dan hendak dipindah ke rumah sakit Chirayu.
Sementara itu, pihak RS Chirayu mengatakan kondisi pasien memburuk ketika masih dekat RS Peoples sehingga petugas kembali ke sana dan ambulans pengganti dengan ventilator sedang disiapkan untuk menjemput pasien di RS Peoples.
"Kami menerima telepon dari RS Peoples bahwa seorang pria yang menderita penyakit ginjal telah dites positif dan harus dipindahkan ke RS Chirayu. Pasien dikatakan normal, jadi kami mengirim ambulans biasa" ujar Dr Ajay Goenka.
"Pasien dijemput dari rumah sakit tapi ketika dia dibawa ke RS Chirayu, pengemudi dan perawat ambulans menyadari kondisinya semakin buruk sehingga mereka membawa pasien kembali ke RS Peoples," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kembalikan Uang Keuntungan Rp5,1 Miliar, Pengakuan Saksi di Sidang Korupsi Chromebook: Saya Takut
-
Beredar Isu Anies Baswedan Dipantau Intel saat Sedang Makan Soto, Kodam Diponegoro: Hoaks!
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
Terkini
-
Daftar Nama Sekolah Penerima Dana Program Sekolah Gratis dari Pemprov Papua Tengah
-
DPR Soroti Modus 'Whip Pink' Pakai Label Halal, BNN Didesak Awasi Ketat Narkoba Jenis Baru
-
Kembalikan Uang Keuntungan Rp5,1 Miliar, Pengakuan Saksi di Sidang Korupsi Chromebook: Saya Takut
-
Beredar Isu Anies Baswedan Dipantau Intel saat Sedang Makan Soto, Kodam Diponegoro: Hoaks!
-
Di Depan DPR, BNN Laporkan Sita 4 Ton Sabu hingga Bongkar 7 Jaringan Internasional
-
Epstein Files Singgung Bill Gates dan 'Proyek Pandemi' Sebelum Wabah COVID-19
-
Akademisi Beri Peringatan Keras: Indonesia Belum Siap E-Voting, Ancaman Kejahatan Siber Mengintai!
-
Menlu Ikut Hadir di Pertemuan Prabowo dan Ormas Islam, Beri Penjelasan RI Gabung BoP
-
Di RDPU Komisi II DPR, Akademisi UI Usul Bawaslu Dibubarkan dan Cabut Wewenang Sengketa MK
-
Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap