Suara.com - Seorang pemuda bernama Dimas Sudratino (30) kini harus mendekam di sel tahanan Polsek Metro Menteng lantaran diduga terlibat kekerasan seksual terhadap dua anak berusia tujuh tahun, yakni JNS dan M.
Pemuda ini tepergok warga saat memamerkan alat vitalnya di depan kedua korban sembari masturbasi. Aksi tersebut dilakukan di gang kecil tak jauh dari rumah korban di Kawasan Jalan Menteng Jaya.
Wartawan Suara.com coba menelusuri tempat kejadian perkara (TKP) saat pelaku diduga melakukan aksi bejatnya tersebut di Kawasan Jalan Menteng Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2020) siang. Tampak gang sempit yang menjadi lokasi pelaku melancarkan aksinya itu hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan motor saja.
Letak gang itu hanya berjarak sekitar satu meter dari kediaman kedua bocah yang menjadi sasaran aksi pencabulan. Gang tersebut memang merupakan akses menuju salah satu tempat Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD.
Berdasarkan pantauan Suara.com, situasi gang memang terlihat sepi dari aktivitas lalu lalang warga.
Rina, Ketua RT setempat, mengatakan, memang kawasan gang yang menjadi TKP merupakan kawasan yang sepi.
Menurutnya, gang tersebut buka merupakan akses utama untuk warga berlalu lalang.
"Memang kawasan ini sehari-harinya sepi mas. Anak-anak biasanya main memang di situ dan baru kali ini ada kejadian pelecehan," kata Rina saat berbincang dengan Suara.com di lokasi.
Sebelumnya diberitakan, warga di Jalan Menteng Raya menangkap seorang pria lantaran telah melakukan aksi tak senonoh terhadap dua anak yakni JNS dan M.
Baca Juga: Cekrek! Tatap Penjaga Toko, Pemotor Tertangkap Kamera Mainkan Alat Vital
Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng Kompol Gozali Luhulima mengatakan, sebelum melancarkan aksinya, pelaku sempat mengajak korban dengan berpura-pura untuk menemaninya ke sebuah gang kecil untuk buang air.
"Saksi NJ yang merupakan orang tua korban mendapat laporan dari anaknya (korban). Bahwa korban diajak untuk mengantar pelaku pipis di gang menuju PAUD Anggrek Hijau, mendengar hal tersebut saksi langsung mengejar pelaku," kata dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/7/2020).
Orang tua korban dibantu seorang warga bernama Adi lalu menangkap pelaku dan menyerahkannya kepada polisi.
Berita Terkait
-
Insiden Kue Bentuk Alat Vital, GM JKT48 Diputuskan Tak Langgar Aturan dan Etika Kerja
-
GM JKT48 Ditindak Manajemen Imbas Pamer Kue Bentuk Alat Vital, Karena Tiket Konser Tak Laku?
-
Terbukti Langgar Etik, Momen Haryanto PDIP Dicecar Habis-habisan MKD: Kumis Dicurigai usai Video Syur Diputar
-
Viral Pamer 'Burung' saat VCS, Bantahan Haryanto PDIP saat Diadili MKD DPR: Itu Bukan Saya!
-
Naik Angkot Siang Bolong, Bapak-bapak di Depok Pamer Alat Kelamin ke Penumpang Wanita
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini
-
Erry Riyana: Kerugian Negara Bukan Pintu Masuk Korupsi, Harus Uji Niat Jahat
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Analisis TAA Korlantas Polri: Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Saat Hantam KRL di Bekasi
-
Sofyan Djalil Sebut Adanya Kriminalisasi Kebijakan Bikin Pejabat Jadi Penakut dan Hilang Kreativitas
-
Titip Anak, Titip Trauma? Wajah Gelap Daycare Ilegal di Indonesia
-
Sopir Taksi Green SM Diperiksa Polisi Terkait Kecelakaan KRL di Bekasi Timur!
-
Korban Jiwa Berjatuhan, Lebanon Selatan Digempur Artileri Israel Meski Ada Kesepakatan Damai
-
Pemprov DKI Sampaikan Duka, Guru SDN Pulogebang 11 Jadi Korban Tabrakan KRL
-
Proses Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Terus Dilakukan, RS Polri Ungkap Kendalanya