Suara.com - India kembali berlakukan lockdown. Di antaranya Bangalore yang selama ini dikenal sebagai Silicon Valley dari India, tempat berkantornya perusahaan seperti Apple dan Microsoft.
Hingga hari Rabu (15/7/2020) India telah melaporkan hampir 30.000 kasus Covid-19 baru dan 582 kasus kematian. Dengan demikian total kasus infeksi di India telah mencapai lebih dari 936.000 kasus dan lebih dari 24.000 kematian.
Namun para ahli memperingatkan bahwa jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi, mengingat terbatasnya pengujian dan buruknya pengawasan.
Kebijakan penguncian atau lockdown selama dua minggu yang akan dimulai pada Kamis (16/7/2020) diberlakukan di Bihar, negara bagian di timur India dengan populasi 128 juta jiwa.
Sejak hari Sabtu (11/7/2020), Bihar telah mencatat lebih dari 1.000 kasus setiap hari, meskipun pengujiannya terbatas. Lockdown di Silicon Valley India Sementara di pusat teknologi informasi India yakni Bangalore, pada Selasa (14/7) malam waktu setempat juga telah diberlakukan lockdown.
Bangalore selama ini dikenal sebagai Silicon Valley dari India, tempat raksasa teknologi dunia seperti Microsoft, Apple dan Amazon berkantor. Kebijakan lockdown di Bangalore akan berlaku selama seminggu.
Kebijakan ini diambil setelah gelombang infeksi Covid-19 terus meluas. Tempat-tempat ibadah, transportasi umum, kantor-kantor pemerintah, dan sebagian besar toko akan ditutup, dan orang-orang tidak diizinkan keluar rumah kecuali untuk hal-hal penting.
Sementara itu sekolah, perguruan tinggi dan restoran juga tutup. Toko-toko yang menjual kebutuhan pokok masih diperbolehkan buka, kata pihak berwenang.
Perusahaan-perusahaan sektor teknologi informasi yang menjadi nadi kehidupan di Bangalore dan menangani operasional perusahaan-perusahaan global masih diizinkan beroperasi, tetapi hanya 50 persen staf yang diizinkan bekerja di kantor dalam waktu bersamaan.
Baca Juga: Suzuki India Belum Pasti Produksi Jimny Secara Lokal?
Pada pertengahan Juni, infeksi virus corona yang dilaporkan di Bangalore hanya mencapai sekitar 1.000 kasus. Jumlah ini jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan wilayah lain di India. Namun pada hari Senin (13/7/2020) jumlah infeksi di Bangalore meningkat jadi hampir 20.000 kasus.
Lockdown dan pembatasan kembali berlaku di sejumlah wilayah Kebijakan penguncian juga kembali diberlakukan di kota Pune, yang pada hari Senin melaporkan rekor 1.333 infeksi baru. Dengan demikian tercatat total 40.000 kasus di kota itu dengan 23 kematian.
Negara-negara bagian lain seperti Uttar Pradesh, Tamil Nadu dan Assam juga kembali memberlakukan kebijakan pembatasan. Negara bagian Kerala di selatan India memberlakukan pengetatan kontrol hingga 23 Juli. Jumlah infeksi di negara bagian itu melonjak hingga lebih dari 8.000 kasus menyusul kembalinya para pekerja asing untuk kembali bekerja di sana.
Pemerintah Kerala pada pekan lalu memperpanjang aturan pemakaian masker, jarak sosial dan membatasi jumlah orang di pernikahan dan pemakaman hingga Juli 2021. Setelah memberlakukan salah satu kebijakan penguncian paling ketat di dunia pada akhir Maret lalu, India terus melonggarkan aturan tersebut guna mengurangi dampaknya terhadap ekonomi.
Banyak pihak menyesalkan pelonggaran lockdown di India. Pabrikan obat sementara berhenti operasi Sementara itu, perusahaan pembuat obat di India, Lupin Ltd., juga menutup salah satu pabriknya di negara bagian Gujarat setelah karyawan di lokasi sebuah pabrik dinyatakan positif Covid-19, demikian diungkapkan dua pejabat pemerintah pada hari Selasa (14/7/2020).
Seorang perwakilan dari Lupin yang merupakan salah satu dari lima pembuat obat terbesar di India, mengonfirmasi setidaknya 18 pekerja di lokasi pabrik di Ankleshwar dinyatakan positif Covid-19.
Berita Terkait
-
Warga India dan China Terancam Tak Bisa Nonton Piala Dunia 2026, Penawaran Harga Hak Siar Murah
-
India di Ambang 'Kiamat' Energi karena Perang AS - Iran, Udara Tercemar Parah karena Ini
-
Solusi BBM Langka, Pemerintah Siapkan Bensin Etanol E85 untuk Kendaraan Flex-Fuel
-
Sinopsis Toaster, Film Komedi India Terbaru Rajkummar Rao di Netflix
-
India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah