Suara.com - Pihak Bea dan Cukai Amerika Serikat menahan sarung tangan medis buatan pabrik Malaysia karena diduga menggunakan praktik pekerja paksa dalam produksinya.
Menyadur Channel News Asia, Perlindungan Bea Cukai dan Perbatasan AS (CBP) menahan produk impor produk yang dibuat oleh anak perusahaan pembuat sarung tangan medis terbesar di dunia, Top Glove Malaysia, pada hari Rabu (15/7).
Tindakan tersebut diambil karena perusahaan tersebut diduga menggunakan kerja paksa saat produksi. Penahanan tersebut terjadi saat permintaan sarung tangan medis meroket karena pandemi virus corona.
Situs web CBP menunjukkan Top Glove dan TG Medical masuk dalam daftar penahanan pada hari Rabu, tetapi tidak ada pernyataan yang menjelaskan tindakan tersebut, meskipun terdapat keterangan "menahan barang impor, khusus untuk masalah kerja paksa".
Top Glove, yang juga memiliki pabrik di China dan Thailand, mengkonfirmasi perintah penahanan dan mengatakan itu mungkin terkait dengan masalah tenaga kerja asing, khususnya biaya perekrutan yang dibayarkan oleh pekerja migran ke agen penyalur tenaga kerja.
"Kami menghubungi CBP melalui kantor kami di AS, untuk memahami masalah ini dengan lebih baik dan bekerja dengan cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut, perkiraan dalam dua minggu," ujar perwakilan Top Glove dikutip dari Channel News Asia.
Top Glove mengatakan telah menanggung semua biaya rekrutmen sejak awal tahun ini, tetapi masih harus menyelesaikan masalah mengenai pembayaran retrospektif atas biaya rekrutmen, tanpa sepengetahuannya, oleh pekerja kepada agen sebelum Januari 2019.
"Selama beberapa bulan terakhir kami sudah menyelesaikan masalah ini yang melibatkan penelusuran ekstensif, untuk menetapkan jumlah yang benar untuk dibayarkan kembali kepada pekerja kami, atas nama agen sebelumnya," kata perusahaan.
Tahun lalu, CBP mengambil tindakan serupa terhadap pembuat sarung tangan Malaysia lainnya WRP Asia Pasifik. Perintah penahanan atas impor barang-barang WRP dicabut pada bulan Maret.
Baca Juga: Catat, Kriteria Kontak Dekat Pasien Covid-19 Menurut Pemerintah
Spesialis hak pekerja migran independen Andy Hall mengatakan dalam sebuah catatan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa kerja paksa di antara pekerja asing di industri sarung tangan Malaysia hanya dapat diatasi dan dikurangi ketika gaji mereka dibayarkan secara penuh.
"Demikian juga, untuk memastikan tidak ada ikatan utang dari para pekerja ini, praktik perekrutan etis atau kebijakan perekrutan tanpa biaya harus diterapkan, dan tidak hanya di atas kertas, jika industri bergerak maju untuk merekrut lebih banyak pekerja asing di masa depan," jelas Andy.
Penggunaan sarung tangan medis dunia diperkirakan melonjak lebih dari 11 persen menjadi 330 miliar pasang tahun ini, dua pertiganya kemungkinan dipasok oleh Malaysia, menurut asosiasi produsen sarung tangan karet negara Asia Tenggara.
Produksi sarung tangan tahunan Top Glove adalah 78,7 miliar pasang, dan 45 pabriknya juga membuat masker wajah, kondom, dan produk perawatan gigi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar