Suara.com - Petualangan NHS, seorang perempuan tua yang diperkirakan berumur 60 tahun, yang disebut-sebut sebagai bandar narkoba kelas kakap di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, kandas di tangan anggota polisi Polres Inhu.
Berdasarkan infirmasi yang diterima SuaraIndonesia.co.id (jaringan Suara.com), dari warga setempat, nenek yang akrab disapa Mak Gadi itu, dibekuk jajaran Satres Narkoba Polres Inhu pada, Kamis (16/7/2020) malam, di rumahnya di Desa Kuba (Kuantan Babu), Kecamatan Rengat.
Ibarat belut dalam lumpur, selama menjalankan bisnis haramnya, Mak Gadi terkenal sangat licin. Bahkan, dalam beberapa kali penggerebekan yang dilakukan Satres Narkoba Polres Inhu, Mak Gadi selalu lolos dari jeratan hukum.
Saking licinnya, Mak Gadi rela menjadikan dua anak kandung laki-lakinya sebagai tumbal demi kelancaran bisnis haramnya. Kedua anaknya itu adalah, Aan dan Putra.
"Saat ini, satu dari dua anak laki-laki Mak Gadi itu masih mendekam di balik tembok penjara Rutan Kelas IIB Rengat," ujar warga yang enggan disebutkan namanya itu, Sabtu (18/7/2020) di Rengat.
Namun demikian, kata dia, ibarat pepatah sepandai pandai tupai melompat pasti akan jatuh jua. Kepiawaian Mak Gadi dalam mengedarkan narkoba di wilayah Inhu akhirnya kandas juga.
"Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan sedikitnya enam orang termasuk Mak Gadi. Dari keenam orang itu, diduga kuat adalah anak dan menantu dari Mak Gadi tersebut," ujar sumber.
Hingga berita ini terbit, belum diketahui berapa banyak barang bukti yang disita, baik itu barang bukti narkoba, maupun bukti lainnya.
Sementara, guna mencari kebenaran Informasi tersebut, SuaraIndonesia.co.id berupaya menghubungi lansung Kapolres Inhu AKBP Efrizal melalui pesan elektronik, namun belum berhasil mendapatkan jawaban.
Baca Juga: Komedian Ini Mengungkap, Catherine Wilson Pakai Sabu Sejak 2009
Begitu juga dengan Kasatres Narkoba Polres Inhu AKP Juliper L Toruan, juga belum menjawab konfirmasi yang dilakukan SuaraIndonesia.co.id.
Berita Terkait
-
Catherine Wilson Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
-
Saat Ditangkap, Catherine Wilson Pasrah dan Serahkan Sabu ke Polisi
-
Sebut Catherine Wilson Nyabu Sejak 2009, Vico Bean akan Dipanggil Polisi
-
Kejar Pemasok Sabu ke Catherine Wilson, Polisi: Sudah Masuk DPO
-
Catherine Wilson Menyesal Pakai Narkoba dan Berjanji Tak Mengulang
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi