Suara.com - Kejadian pejabat kesulitan saat memeragakan penggunaan masker di depan umum kembali terjadi, kali ini menimpa Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt saat konferensi pers rutin.
Menyadur News.com.au, Greg Hunt mengalami kesulitan mengenakan masker bedah saat menunjukkan kepada masyarakat Australia betapa mudahnya bagi mereka untuk melakukannya juga.
"Jika Anda berada di dekat orang yang tidak Anda kenal, itu memberikan dukungan tambahan," kata Hunt kepada wartawan pada 13 Juli.
"Saya akan mendorong orang-orang Victoria, jika Anda tidak dapat jaga jarak sosial dan Anda berada dekat dengan orang lain untuk memakai topeng." ujarnya.
Tetapi pentingnya pesan tersebut teralihkan oleh perjuangannya dalam mengenakan masker dengan benar. Saat pertama kali ia mencoba mengenakan, maskernya menutupi bagian hidung hingga mata dan talinya tidak bisa mengait di telinganya.
Kepala petugas kesehatan Victoria, Dr Brett Sutton juga mendemonstrasikan cara mengenakan masker dan menyindir kejadian yang dialami Greg Hunt.
"Mengenai masalah masker, saya akan mengatakan bahwa itu adalah pengorbanan yang cukup mudah untuk dilakukan," kata Dr Sutton.
"Saya punya satu di sini, saya pikir ... Saya tidak akan melakukannya seperti Greg Hunt, saya akan memakainya dengan benar. Ini adalah teknik yang cukup sederhana." tukasnya.
"Ini adalah tindakan yang sangat protektif, tidak mudah, tetapi akan melindungi Anda, itu akan melindungi orang-orang di sekitar Anda dan saya akan mengatakan selalu ingat petugas kesehatan dalam melakukan hal ini." jelasnya.
Baca Juga: Donald Trump Pastikan Tak akan Desak Warga AS Pakai Masker
Dr Sutton juga menjelaskan bahwa wajibnya nya memakai masker saat keluar rumah dan mengiumbau warganya untuk tidak membuat kerumunan.
Kejadian yang menimpa Greg Hunt diunggah ke media sosial Twitter dan langsung memancing beragam komentar dari warganet. "Terima kasih Greg Hunt, Semudah "satu ..... dua ....." tulis akun Twitter @harrynathan_.
Kejadian serupa juga pernah dialami oleh Presiden Afrika Selatan saat konferensi pers mengenai pelonggaran lock down di negaranya.
Presiden Cyril Ramaphosa tampak kesulitan memakai masker di hadapan publik dan lansung menjadi sorotan. Cyril pun menanggapi dirinya yang menjadi bahan guyonan netizen setelah kesulitan memakai masker.
"Bagi kalian yang tertawa kemarin, saya akan membuka kanal televisi di mana saya akan mengajarkan cara memakainya yang benar," guraunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar