Suara.com - Desa Babukerong di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur langsung ditutup dan diisolasi setelah ada warga di sana yang tertular virus corona. Warga desa tidak boleh keluar rumah.
Bahkan tidak boleh ada yang masuk desa itu setelah 14 hari ke depan.
"Kita isolasi lokal. Isolasi/karantina di rumah. Isolasi desa. Semua penduduk Desa Babokerong dilarang keluar dan juga yang dari luar dilarang masuk selama 14 hari ke depan," kata Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday saat dihubungi, Selasa (21/7/2020).
Berkaitan dengan langkah antisipasi pemerintah daerah untuk mencegah penyebaran virus Corona jenis baru (COVID-19), menyusul ditemukannya kasus pertama di daerah itu.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi NTT, Sabtu mengumumkan kasus baru di Kabupaten Lembata. Kasus tersebut berasal dari kluster Makasar.
Langkah kedua adalah tim surveillance melakukan pelacakan kontak terhadap pihak-pihak yang pernah berinteraksi dengan yang bersangkutan.
Ketiga, memastikan pasien isolasi mandiri selama lebih kurang 14 hari secara ketat di rumahnya, dan tidak diperkenankan untuk dilakukan isolasi di fasilitas layanan kesehatan terdekat untuk menghindari penularan lebih jauh.
Keempat, memastikan adanya pengawasan yang ketat oleh masyarakat/tetangga sekitar, pemerintah desa, Gugus Tugas Kecamatan dan Desa, terhadap perilaku yang bersangkutan agar mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
Kelima, jika dalam pemantauan dan pengawasan, terdapat gejala atau indikasi negatif, segera merujuk yang bersangkutan ke Rumah Sakit.
Baca Juga: Jokowi Minta Penanggulangan TBC Bersamaan dengan Covid-19
"Keenam, melaporkan perkembangan di lapangan setiap hari kepada Bupati Lembata," kata Thomas Ola Langoday.
Dia menambahkan, akses dari luar sudah sulit di bendung karena hampir semua kabupaten sudah membuka akses transportasi laut udara dan darat.
"Upaya kita adalah tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Semua warga Lembata yang saat ini berada di luar dan tidak mempunyai keperluan mendesak di Lembata, diharapkan bertahan dulu di tempat masing-masing sampai virus Covid-19 benar-benar sudah dapat dikendalikan penyebarannya," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan
-
Wulan Guritno Syok! Sekolah di NTT Tak Punya Toilet Layak, Siswi Harus Tahan Malu dan Haus
-
Viral Sekolah Rusak Parah di NTT, Siswa Tetap Masuk Meski Tanpa Meja Kursi
-
Perempuan Sabu Raijua, Penjaga Tradisi dan Motor Ekonomi Gula Semut
-
Menenun Identitas: Perempuan Sumba, Warna Alam, dan Warisan yang Tak Pernah Putus
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Liga Arab Siap Amankan Jalur Minyak Selat Hormuz di Dewan Keamanan PBB Besok
-
Kolaborasi Pembiayaan Hijau Kian Digenjot, Sasar Kelestarian Hutan dan Ekonomi Petani
-
Kajari Karo 'Siap Salah' di DPR, 7 Fakta Kasus Amsal Sitepu yang Divonis Bebas
-
Momen Kajari Karo Akui Salah di Depan Komisi III DPR Soal Kasus Amsal Sitepu: Siap Salah Pimpinan
-
Jadwal Pemulangan Jenazah Prajurit Indonesia Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Jumat Agung 2026 di Katedral Jakarta: Ini Jadwal Ibadah dan Lokasi Parkir Jemaat
-
Dampak Kasus Amsal Sitepu: Pekerja Kreatif Khawatir Kerjasama dengan Pemerintah
-
Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran
-
Prinsip 'No Service No Pay': Badan Gizi Nasional Bakal Cabut Insentif SPPG yang Lalai
-
Hemat BBM, Pejabat Pemkot Mataram Wajib Bersepeda ke Kantor Mulai Pekan Depan