Suara.com - Ibu dan empat anak di India tewas setelah tertimpa dinding saat mereka tidur karena dirobohkan oleh kawanan monyet.
Menyadur Times Of India, seorang wanita berusia 45 tahun dan empat anaknya meninggal setelah tertimpa dinding rumah yang runtuh setelah itu diguncang keras oleh kawanan monyet. Kejadian tersebut terjadi di wilayah Wazib Khel dari Shahjahanpur pada Jumat (17/7).
Saat kejadian, mereka tengah tertidur di halaman rumah karena kepanasan dan kipas mereka sedang dalam kondisi rusak.
Setelah mendapatkan informasi tentang insiden tersebut, pengawas senior Shahjahanpur dari polisi S Anand dan hakim distrik Indra Vikram Singh mengunjungi tempat kejadian dan melihat kondisi para korban.
"Itu adalah insiden tragis dan lima anggota keluarga meninggal setelah tembok runtuh menimpa mereka. Kami telah memastikan perawatan terbaik untuk yang selamat," ujar Indra Vikram dikutip dari Times of India.
"Uttar Pradesh CM juga menyatakan belasungkawa dan memberikan kompensasi Rs 4 lakh untuk keluarga yang ditinggalkan," kata DM kepada TOI.
Polisi mengatakan bahwa pohon jambu di halaman rumah mereka menarik perhatian kawanan monyet yang akan melompat dari dinding untuk memanjat pohon.
Pada hari Jumat pagi, tembok itu tidak dapat menahan beban begitu banyak monyet dan roboh menimpa keluarga yang sedang tertidur di bawahnya.
Korban diidentifikasi sebagai Shabnam (45), Ruby (20), Shoeb (9), Shahbaz (7) dan Chandni (3) sementara Sahil (11) menderita cedera kepala dan Altaf yang berusia 5 tahun selamat tanpa cedera.
Baca Juga: Badak Bercula Satu yang Langka Tewas Karena Banjir di India
Shabnam tinggal bersama ayahnya setelah suaminya meninggal dua tahun lalu. Ibu dari lima orang anak tersebut bekerja sebagai asisten rumah tangga di lingkungannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan