Suara.com - Aktivis lingkungan Greta Thunberg menyumbangkan hadiah satu juta euro atau setara Rp 17 miliar untuk lingkungan. Menyadur Channel News Asia pada Selasa (21/07/2020), uang itu merupakan Hadiah Gulbenkian yang ia dapatkan dari misi kemanusiaan.
Rencananya, uang itu akan dibagi-bagi melalui yayasannya untuk kelompok yang melindungi lingkungan dan menghentikan perubahan iklim.
"Hadiah ini lebih banyak dari uang yang selama ini saya bayangkan, tapi semua itu akan disumbangkan melalui yayasan saya pada organisasi yang bekerja di garis terdepan, yang terkena dampak krisis iklim dan ekologi," ungkap remaja ini.
Ketua juri ajang penghargaan, Jorge Sampaio mengatakan Greta pantas mendapat hadiah ini atas kegigihannya melestarkan lingkungan.
"Ia mampu memobilisasi generasi muda untuk membuat perubahan iklim dan perjuangan gigihnya untuk mengubah status quo yang bertahan," ujar Jorge Sampaio.
100 ribu euro pertama dari hadiah itu akan dialirkan pada kampanye 'SOS Amazonia' yang dipimpin oleh Fridays For Future Brazil untuk mengatasi pandemi virus Corona di Amazon.
100 ribu euro lainnya akan diberikan pada 'Stop Ecocide Foundation' untuk mendukung pekerjaan mereka yang menjadikan ecocide sebagai kejahatan internasional.
Ecocide adalah tindakan kriminal yang melanggar prinsip lingkungan dan Greta menyumbangkan dananya untuk menghentikan upaya ini.
Greta Thunberg sebelumnya juga memenangkan hadiah hak asasi manusia Amnesty International dan Penghargaan Penghidupan Kanan Swedia, yang sering disebut sebagai Nobel alternatif.
Baca Juga: Bantu Anak-anak Selama Pandemi, Greta Thunberg Sumbang Rp1,5 Miliar
Meski sudah menyabet beberapa penghargaan bergengsi, Hadiah Gulbenkian senilai satu juta euro adalah hadiah terbesar yang pernah ia menangkan.
Greta mengatakan dia sangat tersanjung atas hadiah tahunan Gulbenkian tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran