Suara.com - Warga Kota Pontianak kelimpungan mencari gas LPG 3 kg karena barangnya langka. Kelangkaan ini terjadi sejak awal pekan.
Warga bahkan memasak beralih menggunakan kayu bakar. Sulastri (35), warga Pontianak, bercerita sudah 2 hari belakangan tak mendapatkan LPG 3 kg, meski sudah dicari-cari. bahkan Sulastri sudah keliling kota Pontianak.
"Sama ini sudah 2 hari. Sdah capek sebenarnya saya keliling tapi kalau tak dicari mau masak pakai apa? Sekarang menggunakan gas bukan kayu bakar," katanya kepada Suara.com, Kamis (23/07/2020).
Kadang, kata dia, untuk membeli 1 buah tabung gas 3 Kg harus menggunakan Kartu Tanda Penduduk ( KTP) sebagai penanda berdomisili alamat dekat dengan pangkalan tempat di mana ia mengisi ulang. Dia berharap agar kelangkaan gas tak selamanya terjadi.
"Ada yang pakai KTP, kalau misalnya jauh alamat yang mrmbeli dari pangkalan biasa tidak boleh, tapi ada juga pangkalan yang kasian sama kita, tetap boleh beli, dia lihat kita capek jauh-jauh mutar cari gas," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang pengelola pangkalan LPG di Kota Pontianak, Didi menuturkan saat ini stok gas LPG diakuinya memang dijatah.
Maka dari itu, setiap pembeli yang datang tidak dapat lebih dari 1 tabung untuk setiap pembeliannya.
"Kita dari agen hampir setiap hari datang stok gasnya tapi dijatah pangkalan kita," jelasnya.
Didi menampik persoalan warga yang mengantri. Namun, ia jelaskan di pangkalan tempatnya menjual, setiap hari sekitar 150 tabung gas didatangkan tetapi tak dapat membendung pemintaan warga yang berbondong-bondong datang untuk membeli.
Baca Juga: Ngakak, Papan Petunjuk Mie Tiaw Pontianak Ini Bikin Pusing Pembeli
"Kita dari kemarin memang menjatah pembeli 1 orang dapat 1 tabung. Supaya pembeli meratah dapat gas itu, tidak ada indikasi curang, sudah beli mau beli lagi," pungkasnya.
Sebelumnya, Sales Area Manager Pertamina Kalbar, Weddy Surya Windrawan mengatakan, ketersediaan stok elpiji lebih dari aman. Bahkan dengan adanya alokasi tahun 2020 dari pemerintah, kondisinya sudah lebih dari cukup.
Diakuinya, kondisi pandemi COVID-19 sekarang ini, konsumsi elipiji tidak sebesar sebelum pandemi, dan alokasi atau pasokan gas elpiji tahun ini lebih dari tahun kemarin. "Seharusnya masyarakat tidak perlu panik karena ketersediaan stok mencukupi," katanya.
Menurutnya, kebutuhan elpiji subsidi di Kota Pontianak dari 12 agen yang melayani masyarakat Pontianak, mencapai 21 ribu lebih tabung per hari.
Sejauh ini, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan penindakan terhadap agen dan pangkalan yang melanggar ketentuan, bahkan ada sejumlah pangkalan dan agen elpiji yang dikenakan sanksi oleh Pertamina.
"Sanksi berupa pemotongan alokasi atau kuota, bahkan hingga pencabutan izin pangkalan," tegasnya.
Berita Terkait
-
Diduga Terlibat Aksi Penipuan Daring, Imigrasi Pontianak Ciduk 31 WNA Asal Malaysia dan Taiwan
-
Kabut Asap Karhutla Makin Pekat Memaksa Siswa Pontianak Belajar Daring
-
Anggaran Subsidi Energi 2027 Ditambah, Harga LPG 3 Kg dan Tarif Listrik Tak Naik
-
Siapa Pembawa Baki Tahun Ini? Ini Dia Sosok Celine Olivia dari Tim Paskibraka 'Indonesia Berdaulat'
-
Nasib LPG 3 Kg Mulai Terjawab, Pertagas Beberkan Kesiapan Proyek CNG
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Pemerintah Tunggu Surpres RUU Migas, SKK Migas Bisa Berubah
-
ICRC Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Demi Mencegah Bencana Kemanusiaan Parah
-
Geger Keracunan MBG, BGN dan Pemkab Pati Evaluasi 172 Dapur SPPG
-
Perbedaan Wardah Powder Foundation Colorfit dan Light Feel untuk Tampilan Flawless Seharian
-
Ancaman El Nino, Menteri ESDM Ungkap Kebakaran Nyaris Capai Kilang Migas di Papua Barat
-
Hari Ke-4 Pencarian, Tim SAR Sisir Pulau Sebesi hingga Pulau Umang Cari 5 Jurnalis Hilang
-
Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya Teridentifikasi, Pernah Culik Pilot dan Pembantaian Karyawan
-
Isak Tangis Sambut Jenazah Korban Penembakan KKB
-
7 Tahun Kegelapan: Ketika Rahasia Masa Lalu Menghantui Anak yang Tak Bersalah
-
Karhutla Kalimantan Bikin Malaysia Tercekik, 14 Wilayah Diselimuti Udara Tak Sehat