Suara.com - Seorang pria Abdul Mihrab (40) di Kawasan Pondok Kopi Ujung, Duren Sawit, Jakarta Timur, tega menganiaya anak kandungnya berinisial RRP (12) hingga berdarah-darah lantaran dipicu masalah jemuran. Peristiwa tersebut terjadi di rumah kontrakannya yang berada di gang sempit.
Jurnalis Suara.com menelusuri tempat kejadian perkara di mana RRP dianiaya ayah kandung hingga alami luka di mulut dan kakinya pada Rabu (24/7/2020).
Tampak TKP berada persis di gang sempit tak jauh dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kopi, Jalan Pondok Kopi Ujung, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Di gang sempit tersebut hanya terdapat dua rumah kontrakan. Satu rumah dihuni oleh Abdul serta istri sirinya Ade Rohmah Widyaningsih (40) dan RRP. Sementara satu pintu lagi dihuni oleh ibu kandung pelaku dan adik-adik kandungnya.
Tampak kediaman Abdul sendiri jauh dari tetangga. Di depan gang sempit rumah kontrakan tersebut hanya berjejer toko kusen hingga toko bangunan saja.
Saat Suara.com menyambangi tempat tersebut, terlihat ibu dan adik-adik kandung pelaku sedang berkumpul. Terlihat pula korban RRP ikut bersama keluarga tersebut.
Linda (29), salah satu adik kandung korban mengatakan, bahwa tersangka kerap kali melakukan kekerasan terhadap anak kandungnya. Video viral yang memperlihatkan penganiayaan terhadap RRP di media sosial pun ia yang merekam.
"Memang sudah sering gitu pukulin RRP, kemarin-kemarin saya enggak ada bukti. Inisiatif saja kemarin saya videoin tapi justru saya juga kena serang," kata Linda saat ditemui Suara.com di lokasi.
Sebelumnya diberitakan, polisi mengungkap kasus penganiayaan yang dilakukan AM alias Abdul Mihrab (40) kepada anak kandungnya RRP (12) hingga berdarah-darah, berawal dari persoalan jemuran.
Baca Juga: Anaknya Luka Parah Usai Dianiaya, Daniel Minta Pelaku Dihukum Berat
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian menuturkan, peristiwa tersebut bermula tatkala RRP disuruh ibu tirinya menjemur pakaian di sekitar rumah di kawasan Pondok Kopi Ujung, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Rabu (22/7).
Namun, RRP tidak menjemur pakaian di tempat seperti yang diminta oleh ibu tirinya.
"Tempat jemuran penuh disarankan oleh tantenya digantung di hanger," kata Arie di saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (23/7/2020).
Mengetahui RRP tidak menjemur pakaian seperti yang diperintahkan, sang ibu tiri lantas marah dan memaki-maki bocah perempuan berusia 12 tahun tersebut.
Sampai pada akhirnya, Abdul Mihrab mendengar dan tersulut emosi hingga tega menjambak dan memukul anak kandungnya itu dengan sandal.
Berita Terkait
-
Anaknya Luka Parah Usai Dianiaya, Daniel Minta Pelaku Dihukum Berat
-
Oknum DPRD Sumut Aniaya Polisi, Djarot: PDIP Tak Akan Beri Bantuan Hukum
-
Emosi Diolok-olok, Pria Sleman Hajar Bocah SD hingga Korban Pendarahan Otak
-
Tak Becus Disuruh Ibu Tiri Jemur Pakaian, Anak Diseret lalu Digebuki Bapak
-
Fitri Disiksa Suami karena Lauk Ikan Asin, Ketua RT: Ryan Sering Bertengkar
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Said Iqbal Masuk Radar Kabinet Prabowo, Ini Bocoran Jabatannya
-
Prabowo 'Pelototi' Proyek Robotik di Danantara, Ingin RI Kuasai Teknologi Masa Depan
-
Alarm '98 Jilid 2'! Noel Peringatkan Prabowo: Ada Konsolidasi Besar Gulingkan Pemerintah di Juni
-
Kemnaker dan Kemenekraf Kolaborasi Perluas Peluang Kerja di Industri Ekonomi Kreatif
-
Mata dan Telinga Prabowo Pelototi Semua Program: Pejabat Jangan Coba-coba Korupsi!
-
Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Babak Baru AMDAL, Transisi Jadi 'GPS' Kehidupan
-
Dari Tanah Suci ke Kursi Tersangka: Melihat Kejatuhan Dadan Hindayana dalam 48 Jam
-
Kasus Andrie Yunus dan Siswa Medan Jadi Bukti Peradilan Militer Gagal Beri Keadilan Korban
-
Siap Buka-bukaan! Sony Sanjaya Ajukan JC, Seret Nama-nama Besar di Pusaran Korupsi MBG
-
Isu Reshuffle Menkeu Purbaya Memanas, Mensesneg: Fokus Kita Sinergi, Bukan Ganti Orang!