Suara.com - Kemegahan gedung Hagia Sophia akan segera terlihat di belahan dunia yang lain. Seorang anggota parlemen Rusia mengatakan ide ini datang setelah Turki mengubah ikon Istanbul itu menjadi masjid bulan ini.
Menyadur The Moscow Times, miniatur Hagia Sophia akan dibangun di Suriah dan Rusia bersedia menjadi donatur pembangunan gedung megah ini.
Masih dari sumber yang sama, miniatur ini rencananya akan digunakan sebagai katedral Ortodoks sebagai aksi penolakan atas langkah Turki karena mengkonversi museum itu jadi masjid.
Peralihan situs Warisan Dunia UNESCO itu memicu protes di seluruh dunia. Para pemimpin politik dan agama mengatakan struktur itu sudah menjadi simbol penting persatuan antar agama.
Anggota parlemen konservatif Rusia, Vitaly Milonov mengatakan miniatur Hagia Sophia akan dibangun di kota Al-Suqaylabiyah provinsi Hama, Suriah Barat.
"Suriah, tidak seperti Turki, adalah negara yang jelas menunjukkan kemungkinan dialog antaragama damai dan positif," kata Milono awal bulan ini.
"Presiden Bashar al-Assad tidak akan pernah memindahkan katedral dari satu denominasi ke yang lain," lanjutnya pada kantor berita RIA Novosti.
Sementara itu, media Lebanon Al-Modon melaporkan proses pembangunan miniatur Hagia Sophia akan dimulai pekan depan. kabarnya, katedral baru ini terletak beberapa kilometer dari pangkalan militer Turki di Hama.
Pemimpin milisi pro-rezim Nabeul Al-Abdullah diduga sebagai penggagas rencana besar. Ia menyampaikan rencananya kepada militer Rusia setelah dapat persetujuan dari uskup metropolitan Gereja Ortodoks Yunani di Hama.
Baca Juga: Ratusan Umat Islam Ikuti Salat Subuh Berjamaah di Masjid Hagia Sophia
"Saya pikir semua orang Rusia ingin membantu. Ini benar-benar akan menjadi peristiwa penting bagi semua orang Ortodoks," ujar Milonov.
"Saya yakin bahwa setiap orang Kristen Ortodoks ingin namanya ditulis setidaknya dalam batu atau bata Hagia Sophia yang baru," lanjutnya.
Aktivis oposisi Suriah mengatakan dukungan Rusia atas proyek ini sebagai upaya untuk membenarkan intervensi militernya.
"Dengan menyoroti hubungan antara populasi Kristen Ortodoks di negara yang dilanda perang itu dan Rusia," katanya pada Al-Modon.
Rusia sendiri adalah sekutu setia Assad dan telah terlibat dalam konflik Suriah sejak tahun 2015.
Hagia Sophia dibangun sebagai katedral Kristen Ortodoks selama Kekaisaran Bizantium tapi dikonversi menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada tahun 1453.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
Terkini
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025
-
Polri Kerahkan Pesawat CN295 dan Fokker 50 Kirim 6 Ton Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatera
-
Cak Imin Soal Konflik PBNU: Kita Prihatin, Saya Yakin Warga Nahdliyin Semuanya Merasa Sedih
-
Curhat di Depan Pemuda Lintas Iman, Cak Imin: Maklum, Saya Kalah Terus
-
Kemendagri Raih Predikat Istimewa Indeks Reformasi Hukum Kementerian/Lembaga dan Pemda 2025