Suara.com - Seorang pria di India terkena serangan jantung usai ditipu oleh calon istrinya sendiri. Kekasihnya itu tiba-tiba menghilang dan membuat duda ini merugi ratusan juta.
Menyadur Gulf News, pria berusia 70 tahun ini melaporkan kekasihnya atas kasus penipuan ke kepolisian setelah berupaya mencarinya selama 10 bulan.
Penipuan ini bermula ketika sang duda dikenalkan oleh perempuan asal Jaipur yang telah bercerai. Keduanya bertemu pertama kali pada 2019.
Setelah pertemuan pertama, hubungan mereka semakin dekat dan akhirnya memutuskan untuk naik pelaminan pada Agustus 2019.
Awal Agustus perempuan beserta keluarganya mendatangi kediaman duda yang berada di Mumbai dan menginap di sana untuk membahas pernikahan mereka.
Saat itu, si duda yang tak mengetahui adanya niat buruk, dengan santai memberikan satu set kunci rumahnya ke kekasihnya.
Atas saran dari pihak perempuan, si duda dan kekasihnya serta keluarganya, pergi ke Jaipur untuk mendaftarkan pernikahan mereka.
Setelah mendaftar, ternyata pemerintah menjadwalkan pernikahan mereka pada bulan depan. Tak mau tinggal di rumah kekasihnya selama satu bulan, duda ini pun segera kembali ke rumahnya.
Begitu sampai rumah, baru lah ia sadar bahwa sertifikat rumahnya hilang. Termasuk, barang berharga lain yang ada di kamar tempat kekasih dan keluarga menginap juga raib. Adapun total kerugiannya mencapai Rs 28 lakh atau sekitar Rp 546 juta.
Baca Juga: Murid Usia 15 Tahun di India Ini Temukan Asteroid Baru Dekat Bumi
Pria ini lantas bergegas kembali ke Jaipur, tapi sayang ia tak bisa menemukan kekasih dan keluarganya. Dalam keputusaan gagal menikah dan ditipu, ia mengalami serangan jantung.
Juni ini, ia mencabut pendaftaran pernikahannya dan melaporkan kekasihnya atas kasus penipuan ke kepolisian Borivali Mumbai.
"Saya sangat kesal dengan apa yang terjadi. saya stres, menderita serangan jantung ringan. Teman saya membawa saya ke rumah sakit di Jaipur. Beberapa hari kemudian saya dipulangkan dan kembali ke Mumbai," ujar pria ini kepada polisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
Terkini
-
Usut Kasus Sudewo, KPK Cecar Ketua Kadin Surakarta Soal Proses Lelang Proyek DJKA Jatim
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasto PDIP: Penegak Hukum Jangan Jadi Alat Kekuasaan
-
Soal Penembakan Pesawat di Boven Digoel, DPR Tegur Pemerintah: Tutup Bandara Jika Tidak Aman
-
Tak Berkutik! Detik-detik Penangkapan Dua Pria Pembawa Ribuan Ekstasi di Jakarta Barat
-
Stok Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri: DKI Jakarta Siapkan 182 Ribu Ton Beras
-
IPK Indonesia Turun ke 34, KPK: Alarm Keras Perbaikan Pemberantasan Korupsi
-
Pekan Depan Prabowo Lawatan ke AS, Teken Tarif Dagang dengan Trump
-
Jaksa Skak Mat Klaim Nadiem: LKPP Nyatakan Harga Laptop Cenderung Tinggi Tidak Terkontrol
-
PKL di Pecinan Glodok Kabur Berhamburan Didatangi Satpol-PP, 85 Motor di Trotoar Kena Cabut Pentil
-
Mendagri Minta Dukungan Parlemen Normalkan Anggaran TKD Provinsi Terdampak Bencana