Ia mengemukakan, Rosmeri juga belum diambil sampel lendir sehingga belum diketahui apakah tertular covid-19 atau tidak.
Sementara Isdianto beserta anggota keluarganya yang lain, dan pejabat yang ikut dalam acara pelantikan tersebut sudah diambil sampel swab, dan hasilnya negatif.
"Di Istana Negara itu prosedurnya sangat ketat. Isdianto negatif COVID-19 saat dilantik berdasarkan hasil pemeriksaan dengan metode PCR," tegasnya.
Tjetjep menduga Isdianto dan lima staf protokol tertular covid-19 saat berada di Tanjungpinang.
Dugaan itu semakin kuat ketika kegiatan seremonial dalam penyambutan Isdianto di Tanjungpinang pada Selasa (28/7) tidak menerapkan protokol kesehatan.
Kondisi itu, menurut dia, sulit dihindari lantaran dalam suasana bahagia.
"Kami sudah ingatkan berulang kali kepada warga agar menerapkan protokol kesehatan, namun suasana yang ramai sulit dihindari," katanya.
Berdasarkan data, pada Jumat (31/7) total kasus positif COVID-19 di Kepri mencapai 481 orang, sebanyak 120 orang dikarantina dan 20 orang dirawat.
Sementara pasien yang sembuh sebanyak 322 orang, dan yang meninggal dunia 19 orang.
Baca Juga: Ini Riwayat Kegiatan Gubernur Kepri Sebelum Dinyatakan Positif Corona
Tag
Berita Terkait
-
Ini Riwayat Kegiatan Gubernur Kepri Sebelum Dinyatakan Positif Corona
-
Telepon Raja Salman, Jokowi Singgung Soal Pelaksanaan Haji 2020
-
Dari Istana Bogor, Jokowi Telepon Raja Salman, Sampaikan Selamat Idul Adha
-
Sempat Bertemu Jokowi, Gubernur Kepri Dinyatakan Positif Covid-19
-
Anak Buah Somasi Ike Muti soal Ditolak Proyek, Anies Bisa Dilaporkan Balik
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?