Suara.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat, Mike Pompeo menyoroti usaha pemerintah China yang dianggap sengaja menghancurkan agama Kristen dan Islam.
Menyadur The National Interst, Selasa (4/8/2020), Pompeo menegaskan pemerintah AS di bawah kepeimpinan Presiden Donald Trump akan dan telah menghentikan pengalnggaran hak asasi manusia yang dilakukan China.
"Kami telah memberi sanksi kepada para pemimpin China atas kebrutalan mereka di Xinjiang," kata Mike Pompeo dikutip dari The National Interest, Selasa (4/8/2020).
"Kami memberlakukan kontrol ekspor pada perusahaan yang mendukung tindakan tersebut, dan memeringatkan perusahaan-perusahaan AS untuk tidak melibatkan budak dalam proses produksi."
Dilaporkan CBN News, pemerintah China disebut telah memanfaatkan pandemi virus Corona untuk mendegradasi agama Kristen.
Bob Fu dari Dewan Penelitian Keluarga menyebut otortias berwenang telah memaksa gereja untuk mengganti potret Yesus dengan foto Presiden Xi Jinping yang disandingkan dengan pendiri Partai Komunis China, Mao Zedong.
"Potret Xi Jinping bahkan diletakkan di mimbar gereja bersama dengan Ketua Mao," kata Bob Fu.
"Dan item baris pertama dari ibadah oleh gereja yang disetujui pemerintah sebelum COVID-19 adalah menyanyikan lagu kebangsaan Partai Komunis."
Pda sidang kongres Kamis (30/7/2020), Mike Pompeo juga menegaskan bahwa pelanggaran HAM China atas Muslim Uighur adalah "noda abad ini.
Baca Juga: Beredar Sekarang, Ini Daftar Harga Honda Odyssey 2021 di Amerika Serikat
Sebagai informasi, kelompok minoritas Muslim Uighur dikabarkan mendapat perlakuan tak manusiawi dari pemerintah China.
The National Interest melaporkan bahwa ratusan ribu wanita Uighur telah menjalani pemeriksaan kehamilan wajib, sterilisasi paksa, dan bahkan aborsi paksa.
Seorang wanita Uighur yang bekerja di rumah sakit menceritakan bagaimana aborsi paksa itu benar-benar diterapkan terhadap wanita Uighur.
"Para suami tidak diizinkan masuk. Mereka menerima wanita, yang selalu menangis," beber wanita yang tak disebutkan namanya itu.
"Setelah itu, mereka hanya melempar janin ke dalam kantong plastik seolah itu sampah. Seorang ibu memohon untuk mati setelah bayinya yang berumur 7 bulan terbunuh."
Berita Terkait
-
Pelajar dari AS Ditangkap BNNP Bali karena Konsumsi Ganja Berbentuk Kue
-
Duarr!... Pabrik Kimia China Meledak, 4 hilang dan 5 Luka-luka
-
Lakukan Tes Covid-19 Bersama Tim dari China, Hong Kong Bantah Panen DNA
-
Di Tengah Pandemi, China Tetap Langsungkan Festival Bir Internasional
-
Seorang Polisi Temukan Benda Menjijikan Ini di Secangkir Kopi
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik
-
Bisakah Sea Farming Berbasis Adat Menyelamatkan Ekonomi Nelayan Pesisir?
-
Indonesia Hadapi Tiga Krisis Lingkungan: Apa Dampaknya dan Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama
-
PDIP Soroti Prajurit TNI di Bawah Kendali BOP: Beresiko Tinggi Secara Politik Maupun Militer
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik
-
Gerindra Imbau Para Pengusaha dan Taipan Bertaubat: Umur Gak Ada yang Tahu
-
Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan
-
Dialog dengan Wakil Presiden RI dan Kementerian Pariwisata, InJourney Paparkan Usulan Strategis
-
Bamsoet Sebut Prabowo Ogah Punya Lawan, Singgung Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto