Suara.com - Perempuan Amerika Serikat bernama Terri Thomas ditangkap polisi setelah kedapatan menganiaya nenek 54 tahun di sebuah toko di New Jersey Staples.
Menyadur The Independent, Kamis (6/8/2020), Terri melakukan perbuatan bengis itu karena tak terima dinasihati untuk menggunakan masker oleh perempuan tua itu.
Departemen Kepolisian Hackensack mengumumkan pada Selasa (4/8/2020) bahwa perempuan 25 tahun itu telah ditangkap atas insiden yang terjadi pada 29 Juli.
Polisi mengatakan kejadian bermula saat nenek bernama Margot Kagon tengah menggunakan mesin faks di sebuah toko, ketiga Terri Thomas datang mendekatinya dengan masker yang tertempel di dagu.
Kagon meminta Terri untuk memakai masker wajahnya dengan benar. Tapi nasihat itu justru membuat perempuan 25 tahun itu berang.
Dalam rekaman kamera pengawasyang dirilis polisi, tersangka sempat beradu argumen dengan Kagon sebelum melemparkan sang nenek tua ke lantai.
Meskipun rekaman setelah insiden itu tidak dirilis oleh pihak berwenang, kapten detektif Departemen Kepolisian Hackensack, Darrin DeWitt, membenarkan bahwa staf Staples segera membantu wanita itu dan menelepon 911.
Kagon dalam wawancara kepada ABC mengaku insiden itu telah mencederainya. ulang keringnya patah dan harus dipasangi plat baja.
Sebelum mengalami kekerasan, nenek itu juga belum lama menjalani operasi cangkok hati. Dokter kini memintanya untuk banyak beristirahat sekitar 10 minggu.
Baca Juga: Warga Bogor Didenda Rp 500 Ribu Jika Tak Pakai Masker!
Rekaman itu dirilis ke publik akhir pekan ini, ketika departemen meminta bantuan dalam mengidentifikasi tersangka.
Dalam sebuah pernyataan tentang insiden tersebut, DeWitt memuji para penyelidik dan staf Staples.
"Detektif Demetrius Carroll, Ioannis Papanikolaou, dan James Han, khususnya, semua melakukan pekerjaan yang fantastis," kata DeWitt.
"Saya juga berterima kasih kepada toko Hackensack Staples dan kantor perusahaan Staples atas kerja sama mereka, yang sangat penting dalam penyelesaian kasus."
Terri Thomas didakwa dengan pasal penyerangan yang diperburuk dan telah dibebaskan atas panggilan sebelum sidang pertama pada 24 Agustus mendatang.
Berita Terkait
-
Bila Pakai Helm Full Face, Bagaimana dengan Kelengkapan Masker?
-
Gadis Ini Tersedak dan Menemukan Gulungan Masker di Dalam Muntahan Nugget
-
Raup Rp 2,4 Miliar dari Warga Tak Bermasker, Pemprov DKI: Kami Tak Bangga
-
Apa Kabar Mbah Minto? Youtuber Nenek-nenek di Klaten Kini Jadi Jutawan
-
Mulai Besok, Warga Bandung Tak Pakai Masker Kena Denda Rp 100 Ribu
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional