Suara.com - Duta Besar Lebanon untuk Yordania, Tracy Chamoun mengundurkan diri karena 'kelalaian dan korupsi yang tak terbatas' di negaranya.
Menyadur Anadolu Agency pada Jumat (07/08/2020), pengunduran dirinya berkaitan dengan ledakan Beirut yang tejadi pada hari Selasa.
Tracy Chamoun mengajukan pengunduran dirinya pada hari Kamis atau dua hari pasca ledakan mengguncang negaranya.
Dalam pidatonya yang disiarkan di televisi, Tracy Chamoun mengatakan dirinya tak tahan melihat rasa sakit di mata orang karena kelalaian dan korupsi di negaranya.
Ia mengklaim ledakan besar yang menewaskan setidaknya 135 orang itu terjadi karena kelalaian dan korupsi yang tidak terbatas.
Menurutnya para politisi yang memerintah Lebanon sejak Perang Saudara 1975-1990 harus segera meninggalkan jabatan mereka.
Tracy Chamoun juga menyerukan tentang undang-undang pemilu yang baru dan mengatakan bahwa pemilu kilat tak terelakkan.
Sebelumnya, seorang anggota parlemen bernama Marwan Hamadeh juga mundur pada Rabu (05/08/2020) terkait ledakan Beirut.
Ledakan ini juga membuat pengadilan Khusus untuk Lebanon menunda pembacaan putusan terkait pengeboman tahun 2005 yang menewaskan mantan Perdana Menteri Rafik al-Hariri.
Baca Juga: MPR Dorong KBRI Buka Posko Bagi WNI Pasca Ledakan Lebanon
Tanggal pembacaan putusan atas pengeboman 2005 akan dimundurkan menjadi 18 Agustus, kata pengadilan tersebut.
Sebelum ledakan mengguncang Beirut pada Selasa, Lebanon telah bersiap-siap untuk mendengarkan putusan terhadap keempat pria tersebut, yang didakwa merencanakan dan mengatur pengeboman 15 tahun yang lalu.
Keempat terdakwa, yang tidak berada dalam tahanan dan karena itu diadili secara in absentia, terkait dengan kelompok Syiah Lebanon, Hizbullah.
Sementara itu, hingga kini puluhan orang masih hilang di bawah reruntuhan akibat ledakan besar di pelabuhan Beirut pada hari Selasa.
Pemerintah mengatakan ledakan itu berasal dari amonium nitrat yang disimpan dalam jumlah besar di pelabuhan. Lebanon langsung melakukan penyelidikan sejak Rabu dan akan memakan waktu hingga lima hari.
Mantan perdana menteri Lebanon lainnya menyerukan pembentukan komite investigasi internasional untuk menyelidiki insiden itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026