Suara.com - Permasalahan sertifikasi halal oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) masih menjadi polemik karena dianggap belum memiliki tata kelola yang baik.
Wakil Ketua Dewan Halal Nasional MUI, Muhammad Nadratuzzaman Hosen menilai hingga kini belum ada dasar penentuan halal oleh BPJPH.
"Wajib sertifikasi ini kalau kita lihat ada dua sisi: supply dan demand. Menjadi wajib itu kalau bahasa agama tidak boleh ditinggalkan, jadi harus dilaksanakan," ujar Muhammad Nadratuzzaman dalam diskusi bertajuk "Sertifikasi Halal dan Kesiapan BPJPH", Sabtu (8/8/2020).
"Nah, ini perlu waktu untuk belajar dan membina. Saya melihat sampai saat ini, siapa yang mengajarkan, yang menjadi guru halalnya," lanjutnya.
Muhammad Nadratuzzaman mengatakan perlunya pemahaman dan pembinaan mengenai produk halal kepada para pelaku usaha terutama usaha mikro.
Ia menilai aturan sertifikasi halal diperuntukkan untuk usaha menengah ke atas.
"Persoalan yang paling berat itu kalau bicara sertifikasi saja. Usaha kecil itu usaha mikro, seperti kue putu, tukang bakso kalau mau disertifikasi takut. Takut ketahuan tidak halalnya. Jadi kita tahu dulu psikologis masyarakat: kita menengah ke atas. Saya melihat problem-problemnya cocok hanya untuk menengah ke atas, yang menengah ke bawah di mana umat Islam itu paling banyak justru tidak tergarap, ini para pelaku utamanya di BPJPH," ujarnya.
Tak hanya itu, Nadra, sapaan Muhammad Nadratuzzaman, mengatakan yang harus dilakukan BPJPH soal sertifikasi halal yakni penyiapan atau pemahaman masyarakat dalam menerima wajib sertifikasi.
"Saya melihat ini persoalan, pertama yang melihat penyiapan masyarakat untuk bisa menerima wajib sertifikasi belum dilakukan BPJPH secara masif dan intensif," jelasnya.
Baca Juga: Proses Sertifikasi Pesawat N219 Diharapkan Rampung 2020
Lebih lanjut, Muhammad Nadratuzzaman juga mengingatkan perlunya pelibatan tokoh agama di masyarakat untuk mensosialisasikan soal pemahaman kehalalan di level bawah.
Ia pun mencontohkan banyak umat muslim yang menganggap semua alkohol haram. Padahal alkohol yang haram yakni bersumber dari industri minuman keras.
"Karena apa, sertifikasi halal tidak menyangkut hanya hukum agama, tapi masalah pengetahuan tetap tentang bahan-bahan ini kadang-kadang menakutkan. Contoh umat Islam di level bawah yang menganggap semua alkohol haram, padahal fatwa MUI tidak semua alkohol itu najis, kalau dia najis yang bersumber dari industri minuman keras. Oleh karena itu banyak ketakutan masyarakat di bawah tanpa ada pemahaman pendidikan. Ini jadi masalah, saya belum lihat penggarapannya di BPJPH," katanya.
Berita Terkait
-
274 BUMN Sudah Dipangkas, Pemerintah Bongkar Ratusan Perusahaan Pelat Merah
-
Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel
-
Khutbah di Bawah Lembah: Melawan Tanpa Kebencian, Bertahan Demi Martabat
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Panduan Lengkap Urus Sertifikat Halal Gratis untuk UMKM, Ini Syarat dan Caranya
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali