Suara.com - Pesawat Air Force One yang ditumpangi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump hampir terlibat kecelakaan. Burung besi itu hampir menabrak sebuah drone.
Menyadur Bloomberg, Selasa (18/7/2020), kejadian itu berlangsung dekat pangkalan udara Washington, Minggu (16/8/2020) malam waktu setempat.
Laporan terkait hal itu diungkapkan oleh beberapa penumpang yang berada di dalam pesawat Air Force One.
Drone yang hampir menghantam pesawat jenis Boeing Co 757 yang telah dimodifikasi itu dilaporkan berwarna kuning hitam.
Benda itu terlihat oleh beberapa penumpang di dalam pesawat, sesaat sebelum mendarat di Joint Base Andrews di Maryland.
Kantor Militer Gedung Putih dan Airlift Wing ke-89 Angkatan Udara mengatakan pada Senin malam bahwa mereka mengetahui laporan tersebut dan masalah itu sedang ditinjau.
Bloomberg menyebut insiden yang melibatkan drone kerap terjadi di Amerika Serikat.
Perangkat tak berawak itu telah jadi sorotan karena kerap menganggu jalur penerbangan.
Kebanyakan drone sipil memiliki berat hanya beberapa pon dan mungkin tidak dapat menjatuhkan pesawat jet.
Baca Juga: Bawa 'Bahan Peledak' Seperti di Beirut, Ukraina Usut Kapal Bernama Trump D
Tetapi penelitian pemerintah menunjukkan kerusakan bisa lebih besar daripada yang terjadi pada burung besi berukuran serupa, yang dapat menghancurkan kaca depan kokpit atau merusak mesin.
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) menerima ribuan laporan per tahun di mana drone terbang terlalu dekat dengan pesawat lain atau beroperasi di area terlarang.
Sebagian besar laporan berasal dari pilot. FAA merujuk pertanyaan tentang apa yang terjadi di dekat Andrews pada hari Minggu ke Angkatan Udara.
Di bawah peraturan federal saat ini, drone harus diterbangkan dalam jarak pandang operator dan tidak lebih tinggi dari 400 kaki (122 meter) di atas permukaan tanah tanpa pengecualian khusus.
Sementara model drone paling populer dilengkapi dengan perangkat lunak yang dirancang untuk mencegah penerbangan jarak jauh.
Ada beberapa contoh di mana drone benar-benar menghantam pesawat, tetapi tidak ada yang mengakibatkan kecelakaan atau cedera serius, menurut data Badan Keselamatan Transportasi Nasional.
Tag
Berita Terkait
-
Adik Presiden Amerika Serikat Donald Trump Meninggal Dunia
-
Berhasil Uji Prototipe Drone Tempur Kedua, Siapkan yang Ketiga
-
Sedang Pantau Danau, Drone milik Badan Lingkungan AS Diserang Elang Botak
-
Dibekali Senjata PT DI, Drone Tempur Elang Hitam Mengudara Januari 2021
-
Cari Korban Tenggelam Pantai Pangumbahan Sukabumi, Tim SAR Gunakan Drone
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran