Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyebut banyak kasus dinasti politik di Indonesia yang keluarganya gagal terpillih saat orang tuanya tak memiliki jabatan penting atau berkuasa lagi.
"Kita lihat di Indonesia ada kasus-kasus ketika ada seorang tokoh maju, di mana mungkin ikuti di luar negeri, ketika orang tua sudah tak menjabat lagi ternyata ada kasus-kasus yang kita lihat ada kegagalan-kegagalan," ujar Eddy dalam diskusi daring bertajuk "Merdeka dari Dinasti:Lah..Apa Mungkin?, Selasa (18/8/2020).
Eddy mencontohkan kiprah Agus Harimurti Yudhoyono, putra mantan Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono yang gagal memenangkan kontestasi di Pilkada DKI Jakarta, dan putra Alex Noerdin, Dody Reza Alex Noerdin yang juga kalah di Pilkada Sumatra Selatan.
AHY dan Dody Reza kalah ketika orang tuanya tak menjabat lagi.
"Misal DKI AHY maju, SBY tak menjabat lagi beliau belum berhasil jadi gubernur. Begitu juga sahabat saya Dody Reza Alex Nurdin maju di Pilkada Sumatra Selatan, ketika pak Alex tak menjabat beliau akhirnya kalah," ucap dia.
Bahkan kata Eddy, ketika orangtuanya tak menjabat, tidak ada yang memilih bahkan partai yang mengusungnya maju.
Seperti yang dialami putra mantan Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk pada Pilkada 2 tahun lalu.
"Bahkan lebih ironis lagi setelah orang tuanya setelah keluarganya itu turun jabatan, bahkan sudah tak dianggap parpol untuk diusung. Mohon maaf secara hormat seperti Kalimantan Timur putra pak Awang Farouk di pilkada 2 tahun lalu mau maju itu tidak ada yang melihat, tidak ada yang melirik waktu itu," kata dia.
Hal tersebut juga dialami puteri mantan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) dua periode 2008-2018 yang gagal menjadi anggota DPR meski petahana.
Baca Juga: Soal Dinasti Politik, Sekjen PAN: Tidak Hanya Eksklusif di Indonesia.
"Kami lihat legislatif demikian nasibnya ketika Syahrul Yasin Limpo turun sebagai gubernur, putrinya yang mau maju yang notabene anggota DPR RI incumbent mau maju lagi ternyata kalah," katanya.
Karena itu, Eddy menyoroti fenomena dinasti politik di Indonesia yang memilki kecenderungan kalah ketika keluarganya tak menjabat lagi sebagai pejabat pemerintah atau orang yang berkuasa.
"Jadi kita lihat ada fenomena yang menarik di Indonesia ketika keluarga tidak menjabat lagi, maka ya langsung jadi warga biasa jadi dan memiliki kecenderungan untuk punya kekalahan di berbagai kontestasi," ucap Eddy.
Eddy menambahkan bahwa ada kenaikan trend, bahwa keluarga petahana mengalami kekalahan.
"Di Pilkada 2015, 17, 18 ada kenaikan tren, di mana petahana keluarga petahana mengalami kekalahan sedikit demi sedikit," katanya.
Berita Terkait
-
Teka-teki Reshuffle Kabinet, AHY Akui Demokrat Belum 'Disenggol' Prabowo
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
-
Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja, Ajudan Ungkap Isi Obrolan Singkat Mereka
-
AHY Bilang Truk Odol Biang Kerok Jalanan Rusak, RI Harus Keluar Duit Rp40 T Setiap Tahun
-
AHY Siapkan Insentif Truk ODOL, Dorong Armada Listrik dan Logistik Lebih Aman
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas
-
Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN
-
Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum
-
Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!
-
Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat
-
Pemkab Musi Banyuasin Usulkan Lahan Sekolah Rakyat
-
Habiskan Malam Panjang di Ibu Kota: Intip 5 Cara Menikmati Jakarta hingga Dini Hari di PIK
-
Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI
-
Dari Bibimbap hingga Jollof Rice, Ini 5 Makanan Tradisional yang Jadi Rahasia Nutrisi Atlet Elite
-
RI Kejar Dagang Thailand Tembus US$20 Miliar, Mendag: "Hambatan Harus Dihapus!"