Suara.com - Seorang bocah asal Kalimantan Barat menjadi model pada uang pecahan Rp 75 ribu di antara 9 anak yang memakai masing-masing baju daerah di uang tersebut.
Dia bernama Kalila Aylakiva berusia 10 tahun.
Fitrah Prihartanto, orang tua dari Kalila merasa bangga saat melihat foto anaknya menjadi model dalam pecahan uang rupiah khusus Rp 75 ribu untuk memperingati HUT ke-75 kemerdekaan RI itu.
Dia tak menyangka anaknya masuk dalam proses seleksi dari ribuan anak di Indonesia.
"Bangga pasti karena dari berapa ratus juta masyarakat Indonesia itu terpilih jadi untuk masuk di desain uang itu sangat membanggakan,nggak ada nilainya," katanya kepada suara.com, rabu (19/8/2020).
Fitrah bercerita, pada tahun lalu dia diminta untuk mengirimkan beberapa file foto anaknya ke Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri).
"Anak pertama saya, prosesnya tahun lalu kita diminta untuk mengirimkan foto ke Peruri, kebetulan ada 5 orang yang foto. Alhamdulillah ternyata terpilih 3 untuk diambil fotonya," tambahnya lagi.
Proses pemotretan dilakukan pada 19 September 2019. Kalila waktu itu menggunakan pakaian adat dayak dari daerah Kabupaten Putussibau.
Baju adat yang dipilih itu, meruapakan pilihan dan ketentuan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalbar.
Baca Juga: BI Longgarkan Pembelian Kendaraan Ramah Lingkungan Tanpa Uang Muka
"Fotonya udah setahun lalu tanggal 19 September 2019 proses pengambilan fotonya, kita baru pas pengumuman baru tahu juga. Foto dengan pakaian Dayak dari Putussibau," jelasnya.
Fitrah yang juga merupakan pegawai Bank Indonesia kantor perwakilan Kalbar ini mengaku bangga anaknya bisa masuk menjadi bagian dari model desain uang pecahan kemerdekaan Rp 75 ribu itu.
"Bangga si pasti karena dari berapa ratus juta masyarakat Indonesia itu terpilih jadi untuk masuk di desain uang itu sangat membanggakan, nggak ada nilainya," terangnya.
Sebelumnya sempat viral, potret bocah bernama Aditya Perpatih yang diterbitkan oleh bank Indonesia pada pecahan uang rupiah khusus Rp 75 ribu untuk memperingati HUT ke-75 kemerdekaan RI.
Bocah tersebut juga mengenakan pakaian adat yang berasal dari Gorontalo.
Kontributor : Eko Susanto
Tag
Berita Terkait
-
Survei Bank Indonesia Laporkan Keyakinan Konsumen Alami Penurunan, Ini Faktornya
-
Cadangan Devisa Indonesia Meroket Tembus Rp2.629 Triliun di Akhir Tahun 2025
-
Diganti per 1 Januari, Simak Perbedaan JIBOR dan INDONIA
-
Ganti Jibor dengan INDONIA, BI Mau Buat Pasar Keuangan Lebih Transparan
-
Menkeu Purbaya Bisa Tarik Surplus BI demi Kebutuhan APBN
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
Terkini
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI
-
Usai Resmikan Sekolah Rakyat, Prabowo Lanjutkan Kunjungan ke Balikpapan dan IKN
-
Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor
-
Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Bukan Salah Orang Tuamu, Memang Negara Belum Mampu Beri Terbaik