Suara.com - Pertama kalinya dalam sejarah, utang publik Inggris melampaui 2 triliun poundsterling atau sekitar Rp 38.810 triliun karena krisis akibat pandemi Covid-19.
Menyadur Anadolu Agency, Jumat (21/8/2020), Kantor Statistik Nasional (ONS) mengatakan utang publik Inggris meningkat 227,6 miliar poundsterling (Rp 4.408 triliun) pada akhir Juli 2020 dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.
Pinjaman mencapai rekor 150,5 miliar poundsterling (Rp 2.915 triliun) tahun ini, yang menurut ONS adalah 128,4 miliar dolar (Rp 1.898 triliun) lebih banyak antara April hingga Juli tahun lalu.
"Krisis ini membuat keuangan publik berada di bawah tekanan yang signifikan karena kami telah melihat pukulan terhadap ekonomi kami dan mengambil tindakan untuk membatu jutaan pekerjaan, bisnis dan mata pencaharian," buka kanselir Inggris Rishi Sunak.
"Tanpa bantuan tersebut, keadaan akan jauh lebih buruk." ujar Rishi Sunak.
Sunak menggarisbawahi bahwa angka yang diumumkan adalah sebuah peringatan yang jelas bahwa Inggris harus mengembalikan kondisi keuangan publik. Ia juga mengatakan bahwa itu akan menghasilkan keputusan yang sulit.
"Itu juga mengapa kami mengambil tindakan sekarang untuk mendukung pertumbuhan dan pekerjaan yang membayar layanan publik kami," kata Rishi.
"Dengan membantu bisnis dibuka kembali dengan aman, melalui rencana kami untuk melindungi, mendukung, dan menciptakan pekerjaan untuk memastikan bahwa tidak ada yang ditinggalkan." jelas Rishi.
Sementara itu, sebuah studi oleh badan amal Citizens Advice menemukan bahwa 6 juta orang Inggris - satu dari sembilan orang - terlambat membayar tagihan rumah tangga karena pandemi Covid-19.
Baca Juga: Jadwal Liga Inggris 2020/2021, Liverpool Vs Leeds United di Pekan Perdana
Studi tersebut juga menemukan bahwa satu dari lima pekerja penting, juga terlambat membayar tagihan rumah tangga.
Dari 6 juta, 10 persen tidak mampu membeli makanan dan 20 persen sudah menjual harta benda yang dimiliki untuk bertahan hidup.
Dikutip dari Sky News, Inggris mulai melakukan pemulihan ekonomi, dengan penjualan ritel kembali melonjak ke level pra-pandemi, meskipun itu gambaran beragam untuk bisnis.
Industri Inggris juga telah melaporkan pertumbuhan tercepat dalam hampir tujuh tahun setelah didorong oleh pelonggaran lebih lanjut dari pembatasan, menurut survei yang diawasi dengan ketat.
Indeks manajer pembelian komposit (PMI) IHS Markit/CIPS Flash UK mencapai 60,3 pada bulan Agustus, dari pembacaan 57,1 pada bulan Juli. Segala sesuatu di atas 50 dianggap pertumbuhan.
Angka tersebut mewakili pertumbuhan tercepat dalam output sektor swasta sejak Oktober 2013 dan melampaui ekspektasi analis sebesar 56,7.
Namun, angka tersebut juga mengungkapkan bahwa kekhawatiran tentang kecepatan dan durasi pemulihan mengakibatkan PHK berkelanjutan di sektor swasta.
Awal bulan ini dipastikan bahwa Inggris jatuh ke dalam rekor resesi terbesarnya dan bahwa 730.000 pekerjaan hilang sejak penguncian dimulai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek