Suara.com - Tak lama setelah berlangsung deklarasi kelompok Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia yang digagas sejumlah tokoh seperti Din Syamsuddin, muncul deklarasi yang menamakan diri Kerapatan Indonesia Tanah Air yang diinisiatori relawan Jokowi-Maruf Amin.
KAMI dideklarasikan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2020), sehari kemudian KITA diluncurkan di Gedung Joeang, Jalan Menteng, nomor 31, Jakarta Pusat, pada Rabu (19/8/2020).
Menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Ruhut Sitompul, KITA dideklarasikan karena mereka mengetahui tentang KAMI. Ruhut menyebut orang-orang yang tergabung dalam kelompok KITA sebagai kawan seperjuangan ketika menjadi tim sukses Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Saya bisa mengerti gimana perasaan mereka, kenapa mereka melahirkan KITA. Yang sana KAMI, yang ini KITA. Tapi saya tetap mengatakan, saya mengerti karena KITA ini tahu yang deklarasi di KAMI itu bukan orang yang tidak pernah diberi kesempatan (oleh pemerintahan Jokowi), mereka pernah diberi kesempatan, tetapi apa yang mereka lakukan?" kata Ruhut dalam video yang diposting di akun Twitternya.
Ruhut dalam rekaman video yang dikutip Suara.com, Sabtu (22/8/2020), kemudian menyindir sikap Refly Harun, salah satu pendukung kelompok KAMI. Refly Harun merupakan pakar hukum yang pernah dua kali diangkat menjadi komisaris utama perusahaan BUMN di era Jokowi.
"Contohnya Refly Harun, orang pintar, tidak semilitan seperti kawan-kawan saya di KITA. Refly Harun sudah dua kali jadi komisaris utama bos di BUMN, karena nggak punya prestasi, dihentikan, jadi barisan sakit hati, gabung sama para barisan sakit hati lainnya," kata Ruhut.
"Udah, belajarlah menunjuk hidung sendiri sebelum menunjuk hidung orang lain."
Mantan Direktur Relawan TIm Kemenangan Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin yang menjadi salah satu inisiator KITA, Maman Imanulhaq, mengatakan kelompoknya merupakan koalisi independen yang memiliki semangat untuk menjaga Tanah Air.
KITA, kata Maman, bergerak dalam politik kesadaran dengan berupaya membangun masyarakat yang kreatif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Deklarasi KAMI Untuk Kritik Rezim, Rocky Gerung Justru Ajak Jokowi Gabung
Setelah melihat dinamika yang berkembang pasca deklarasi, Ruhut menyarankan kawan-kawannya yang tergabung dalam kelompok KITA untuk tetap tenang.
"Bagi kawan-kawan saya yang ada di KITA silakan, tetapi tetap saya memohon, saya sebagai kader PDIP melihat mereka, KITA, harus tetap tenang, karena seperti yang dikatakan Din 'jangan katakan kami digembosi,' siapa yang mau nggembosi, nyatanya belum apa-apa sudah gembos kok," kata Ruhut.
"Kenapa? Karena rakyat indonesia di era reformasi ini sangat cerdas."
Salah satu tokoh pendiri KAMI Rocky Gerung mengajak Presiden Joko Widodo untuk ikut bergabung dengan gerakannya. Ajakan tersebut disampaikan Rocky dalam video yang diunggah di saluran YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (18/8/2020).
Dalam video berjudul "Indonesia Sedang Tenggelam, Saatnya KAMI" itu, Rocky mengatakan bahwa ia akan menerima Presiden Jokowi jika mau bergabung.
"Kita mau saja jika harus berdialog dengan Presiden, audiensi oke. Bahkan kita juga mau kalau Presiden bergabubung. Kita mau ajak dia (Jokowi) jadi deklarator KAMI supaya bisa menyelamatkan negeri ini, bukan hanya menyelamatkan dirinya sendiri seperti saat ini," ujar Rocky dikutip Hops.id -jaringan Suara.com.
Berita Terkait
-
Megawati Apresiasi Panen Jagung GNTI, Produktivitas Disebut Lampaui Metode Konvensional
-
Sisi Lain Kehidupan Bu Lira dalam Novel 'Kami (Bukan) Fakir Asmara'
-
Prabowo Merasa Pilu Hati Dengar Kritik Keras PDIP
-
Sambut May Day 2026, Megawati Tegaskan Kesejahteraan Buruh Syarat Mutlak Keadilan Sosial
-
Guntur Romli Singgung Pernyataan JK: Jokowi Dinilai Berkhianat ke Banyak Tokoh
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!