Suara.com - Presiden Joko Widodo menunjukkan kekecewaan terhadap kampanye mengenai penerapan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker, yang dinilai belum maksimal. Padahal, peranan masker penting sekali untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Rapat yang lalu kita sudah bicara lagi mengenai kedisiplinan masyarakat yang menjadi kunci untuk pengendalian Covid," kata Jokowi ketika menyampaikan arahan dalam rapat terbatas Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2020).
"Saya melihat urusan promosi pemakaian masker belum kelihatan setelah rapat itu, baik di media, baik di lapangan dengan membagikan masker. Saya rasa ini perlu saya ingatkan karena kunci sebelum vaksin disuntikkan ke masyarakat, saya pikir kuncinya paling penting adalah pemakaian masker," Jokowi menambahkan.
Penggunaan masker, kata Jokowi, merupakan kunci penting dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, sebelum vaksin ditemukan.
"Tolong ini betul-betul yang berkaitan dengan ajakan memakai masker, membagi masker pelaksanaannya bisa dipercepat karena juga akan memperkuat confident dari masyarakat, dari dunia usaha, dari pasar mengenai cara-cara penanganan yang kita lakukan," katanya.
Uji klinis
Vaksin untuk Covid-19 sekarang sedang disiapkan pemerintah. Salah satu tahap uji klinis telah dilakukan terhadap 1.620 relawan.
”Kita berharap uji klinis yang ketiga ini nantinya insyaallah akan diselesaikan dalam 6 bulan ini. Dan kita harapkan nanti di bulan, kalau di bulan Januari kita sudah bisa memproduksi dan sekaligus juga kalau produksinya sudah siap langsung diberikan vaksinasinya kepada seluruh masyarakat di tanah air,” kata Jokowi ketika memberikan keterangan pers di gedung Eyckman usai melakukan peninjauan produksi vaksin di Laboratorium Biofarma, Bandung, Provinsi Jawa Barat, Selasa (11/8/2020).
Produksi vaksin, kata Jokowi, juga dilakukan sendiri oleh Biofarma yang pada bulan Agustus ini bisa memproduksi kurang lebih 100 juta vaksin.
Baca Juga: Ingat Pesan Jokowi: Seimbangkan Gas dan Rem!
”Tetapi nantinya di akhir tahun 2020, di bulan Desember sudah meningkat menjadi 250 juta vaksin. Artinya vaksin inilah nanti yang akan digunakan untuk vaksinasi di tanah air,” kata Jokowi.
Jokowi sampaikan pPemerintah telah tiga bulan ini mengembangkan vaksin sendiri dari isolat pengembangan dari Covid-19 yang beredar di Indonesia.
”Kita harapkan vaksin merah putih ini juga akan segera selesai dan diperkirakan ini akan bisa diselesaikan nanti di pertengahan tahun 2021,” imbuh Presiden.
Jadi, Presiden sampaikan bahwa Pemerintah mengembangkan full sendiri oleh lembaga Eyckman dan juga BPPT, LIPI, BPPOM, Menristek, dan universitas-universitas yang ada, yaitu vaksin merah putih.
Selain itu, Presiden sampaikan pemerintah juga membuka diri untuk juga bekerja sama misalnya dengan Sinovac di Tiongkok, kemudian bekerja sama dengan Uni Emirat Arab di G-42, serta Korea Selatan.
Menurut Presiden, dengan membuka diri secepat-cepatnya bisa melakukan vaksinasi pada seluruh rakyat di Indonesia.
”Kita optimis bahwa dengan segera ditemukannya vaksin ini kita bisa melakukan vaksinasi kepada seluruh rakyat,” kata Jokowi.
Berita Terkait
-
Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun
-
Bahlil Bongkar Perintah Jokowi 4 Hari Setelah Dilantik: Larang Ekspor Bijih Nikel Tanpa Rapat
-
Prabowo Ungkap Kesaktian Bahlil Bikin Ketawa Jokowi: Orang Solo Itu Susah Ketawa Tapi Beliau Bisa
-
Sempat Menang Eksepsi, Sidang Dakwaan Baru dr. Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Ditunda karena Ini
-
Gugatan Banjir Sumatera terhadap Empat Presiden Ditolak, Demokrat Sebut Salah Alamat Pengadilan
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1
-
Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum
-
Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor
-
Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare
-
4 OOTD Vacation Chic ala Yeri Red Velvet, Nyaman dan Tetap Stylish!
-
Dipanggil KPK soal Kasus Bansos Beras, Rudy Tanoe Minta Pemeriksaan Diundur
-
Gaet 35 Ribu Fans, aespa Sukses Buka Tur Konser SYNK: COMPLaeXITY di Seoul
-
Karhutla Bromo Sulit Dipadamkan, Tiga Helikopter Sudah 17 Kali Water Bombing