Suara.com - Pemerintah Sri Lanka akan melarang impor sebagian besar produk plastik dalam upaya melindungi gajah dan rusa liar dari keracunan akibat memakan limbah.
Menyadur Barrons, Jumat (28/8/2020), plastik di tempat pembuangan sampah merupakan pembunuh utama gajah di Sri Lanka.
Beberapa gajah yang diotopsi menunjukkan di dalam perut mereka terdapat berkilo-kilo sampah plastik yang tak sengaja termakan.
Menteri Lingkungan Hidup Mahinda Amaraweera mengatakan kepada parlemen bahwa undang-undang sedang dirancang untuk menghentikan impor barang-barang plastik.
Para pejabat terkait mengatakan wacana itu akan diperkenalkan dalam beberapa bulan.
"Plastik menyebabkan kerusakan yang tak terhitung pada satwa liar kami - gajah, rusa dan hewan lainnya," kata Amaraweera.
"Kami perlu mengambil tindakan segera untuk menangkap situasi ini."
Sri Lanka telah melarang pembuatan atau impor plastik non-biodegradable yang digunakan untuk membungkus makanan dan tas belanja sejak 2017.
Gajah adalah salah satu hewawn yang dilindungi di Sri Lanka. Terdapat hukum yang melarang orang untuk memburu hewan berkuping besar tersebut.
Baca Juga: Ikut RK Disuntik Vaksin, Kapolda Rudy Gajah: Saya Siap Mental dan Fisik
Namun, bentrokan antara petani dan gajah semakin sering terjadi, dimana kedua belah pihak dianggap sama-sama merugi.
Presiden Gotabaya Rajapaksa memberikan waktu dua tahun kepada petugas satwa liar untuk melaksanakan rencana pengurangan konflik manusia-gajah.
Konflik hewan besar itu dan manusia dilaporkan telah merenggut nyawa 607 gajah dan 184 orang hanya dalam satu tahun terakhir.
Namun baru-baru ini, konflik antara gajah dan manusia sedikit berkurang selama pandemi virus Corona. Hal itu karena adanya pembatasan sosial dan jam malam di Sri Lanka, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.
Terkait masalah sampah plastik, Amaraweera mengatakan usulan larangan impor--yang terutama mencakup mainan dan peralatan rumah tangga--juga akan.
Pelarangan itu tak hanya sebatas barang impor. Namun, kata Amaraweera, manufaktur lokal juga akan dibatasi dalam memasarkan barang-barang berbahan plastik.
Berita Terkait
-
Seorang Pemburu yang Diyakini Bunuh 500 Gajah Dihukum Penjara 30 Tahun
-
Pertama Dalam Sejarah, Gajah Stres Diberi Ganja Sebagai Penenang
-
Gajah Rusak Kebun Warga di Aceh Barat, BKSDA Halau Pakai Petasan
-
Bunuh 500 Ekor Gajah, Pemburu Terkenal Ini Diganjar 30 Tahun Penjara
-
Oplas Bokong karena Malas Olahraga, Wanita Ini Malah Sulit Jalan
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China