Suara.com - Aktivis media sosial Denny Siregar sudah biasa diserang secara verbal di linimasa. Dibully ramai-ramai sama netizen karena ungkapannya sudah bukan hal yang benar-benar mengganggu bagi dia.
Bahkan, baru-baru ini ketika orang lagi ramai membahas polemik kata "anjay" setelah dilaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Denny Siregar berani nyindir: "KPAI = Komisi Pemerhati Anjay Indonesia."
Kata "anjay" jadi polemik karena dinilai masuk kategori kata kasar dan merendahkan martabat orang lain.
Tetapi kali ini, Denny Siregar membuat pengakuan. Hanya ada satu komunitas yang sampai sekarang tak pernah diusiknya karena mereka sangat militan.
"Salah satu komunitas yang gak berani gua sindir di twit itu adalah penggemar Kpop. Mak, itu disentil dikit aja serangannya beruntun kayak lebah madu. Mana emak-emak semua lagi," kata Denny Siregar melalui akun Twitter @Dennysiregar7, Minggu (30/8/2020).
Seorang netizen penasaran setelah ada pengakuan Denny Siregar. Dia tanya apakah punya pengalaman nyindir komunitas penggemar Kpop. Denny mengaku selama ini belum pernah sekalipun melakukannya.
Seorang netizen lagi menanggapi bahwa apa yang disampaikan Denny Siregar itu sebenarnya sudah termasuk menyindir. Netizen yang lain mempertanyakan kenapa Denny Siregar berani perang kata dengan komunitas-komunitas yang jauh lebih berbahaya, tetapi nggak berani menyenggol penggemar Kpop.
Sedangkan @DavidWijaya82 mengatakan: Anjay kalimatnya memuji selangit kemudian menghujam... Pengen diantup bang."
Sementara sebagian netizen lagi terkesan sewot dengan apa yang disampaikan Denny Siregar dan dia berkomentar begini.
Baca Juga: Ditanya Makanan di Penjara Seperti Apa? Polisi: Kalau Aku Ini Enggak Cukup
"Cuma sekedar ingetin lo juga takut tampil di ILC. Sekali nongol keliatan oonnye ame mentalnya gemeteran." Denny Siregar tak menanggapi mereka yang sewot.
Berita Terkait
-
Menguliti Narasi 'Kuliah Itu Scam': Apa Gelar Masih Menjadi Senjata Utama?
-
Konten Berbasis AI Bakal Makin Dominan di Medsos Tahun 2026
-
Jurnalisme di Era Sosial Media Apakah Masih Relevan?
-
Dikira Maling, Pria Mabuk yang Panjat Atap Rumah Warga di Pancoran Ternyata Hanya...
-
Lebih dari Sekadar Kebiasaan: Bahaya Kecanduan Scrolling bagi Kesehatan Mental Remaja
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar