Suara.com - Seorang pencari kerja (pencaker) merasa ditipu saat melakukan proses interview di sebuah perusahaan. Si pencaker yang melamar bagian operator pabrik justru dites untuk mencangkul sebidang tanah di dalam pabrik tersebut.
Pengakuan si pencaker itu diunggah oleh akun Twitter @hrdbacot. Akun tersebut membagikan foto tangkapan layar si pencaker dengan pihak HRD perusahaan tersebut.
"Ada yang datang buat tes jadi operator gitu. Anaknya datang nih ke pabrik, tesnya bukan psikotes tapi disuruh nyangkul," tulis akun itu seperti dikutip Suara.com, Kamis (3/9/2020).
Dalam foto tangkapan layar, si pencaker mengaku mendapatkan undangan untuk interview pada 21 Agustus 2020.
Saat si pencaker tiba di pabrik yang dimaksud, ia langsung diminta untuk mencangkul sebidang tanah di dalam pabrik.
Ia sama sekali tidak menjalani tes yang berkaitan dengan bidang yang hendak ia lamar. Si pencaker juga tidak diberikan upah atas pekerjaan mencangkul sebidang tanah yang cukup luas.
Setelah selesai mencangkul, si pencaker dipersilakan pulang dan menunggu hasil penilaian dari pihak perusahaan.
Tak hanya itu, menurut keterangan para pekerja di pabrik tersebut, hampir setiap hari ada orang yang dites untuk mencangkul tanah di dalam kawasan pabrik.
"Katanya setiap hari ada saja yang tes kayak gini, kata karyawan lamanya," tuturnya.
Baca Juga: Horor! Peti Mati Korban Covid-19 Dipajang di Pasar Tanah Abang
Si pencaker yang merasa curiga akhirnya bertanya kepada HRD perusahaan mengenai tes tidak masuk akal yang sudah dijalaninya.
"Saya sekadar tanya, seumur-umur saya tes masuk sebagai operator kok baru kali ini disuruh nyangkul tanah," tanya si pencaker.
Pihak HRD langsung memberikan jawaban ngegas. Ia menegaskan perusahaannya bukan perusahaan abal-abal dan tidak mencari tenaga sukarela.
"Mas maaf ya jaga ucapan Anda. Kami tidak mencari tenaga sukarela. Kami bukan perusahaan abal-abal mas, perusahaan kami terdaftar di Depnaker dan karyawan kami juga di atas 300-an," balas si HRD.
Si pencaker yang kesal kembali menanyakan alasan ia dites mencangkul tanah kepada si HRD perusahaan.
"Saya sudah tahu! Kalau boleh tahu dan tanya apa memang tesnya masuk pabrik Anda suruh nyangkul tanah ya kalau sebagai operator?" ungkap si pencaker.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel