Suara.com - YouTuber Lutfi Agizal mendadak tenar berkat kata anjay yang ia persoalkan dan dijadikan konten YouTube-nya.
Lutfi menyebut, kata anjay bisa merusak moral bangsa karena kata tersebut menurutnya bermakna anjing.
Oleh sebab itu, Lutfi mengaku bahwa kata anjay yang ia gaungkan adalah salah satu bentuk edukasi bagi masyarakat.
Tidak berhenti di konten YouTube-nya, Lutfi bahkan melaporkan persoalan anjay tersebut ke Komnas Perlindungan Anak hingga siapapun pengguna kata anjay bisa dipidanakan.
Setelah ramai jadi perbincangan, Lutfi Agizal belum lama ini diundang oleh Deddy Corbuzier untuk mengisi podcast di YouTube mantan pesulap ini.
Dalam video yang diunggah Deddy, Selasa (01/09/2020), Lutfi mengaku kalau ratusan juta orang di Indonesia sekarang mengenalnya.
"Gue anak Semarang, 2014 di entertain, tapi sekarang baru ngerasain di 2020 dilihat orang se Indonesia, 150 juta orang melihat saya," ungkap Lutfi kepada Deddy Corbuzier.
Saat ditanya bagaimana caranya bisa tahu ada 150 juta orang melihatnya, Lutfi menjelaskan bahwa hal itu bisa ditinjau di impression Instagram.
Selain itu, Lutfi memilih kata anjay atas nama dia sebagai anak bangsa, yang melihat kata tersebut belum ada di KBBI.
Baca Juga: Komentari Soal Pelarangan Kata Anjay, Gus Miftah: Penyebutannya Jelas Salah
"Sehingga kata ini bisa multitafsir," sambung Lutfi.
Video berdurasi lebih dari setengah jam tersebut membahas berbagai kata yang dipermasalahkan oleh Lutfi.
"Enggak cuma ini Om, sebenarnya anjay, anjir, anjrit, bgst gue sebut. Tapi spotlight-nya di anjay, dan ini baru satu konten edukasi. Ada referensi mau bahas kalimat apa Om?” papar Lutfi pada Deddy.
Meski belum seminggu video obrolan antara Deddy dengan Lutfi diunggah, video tersebut telah ditonton sampai 4,3 juta kali.
Dari sekian banyak penonton, 500 ribu lebih mengklik tombol jempol ke bawah yang menunjukkan ketidaksukaan mereka.
Selain itu, hampir 200 ribu penonton ikut berkomentar atas konten yang dibuat Deddy tersebut.
Berita Terkait
-
Sambil Nangis, Egi Fazri Minta Maaf dan Janji Berhenti Ngaku Mirip Vidi Aldiano
-
Steven Wongso Lebih Dulu Terapkan Metode Diet 'Anjing' ke Ibu, sampai Dikatai Anak Durhaka
-
Suara Deddy Corbuzier Powerful, Diduga Gagalkan Penampilan Egi Fazri Si Peniru Vidi Aldiano di TV
-
Duka Belum Kering, Aksi Aji Mumpung Sosok yang Mengaku Mirip Vidi Aldiano Banjir Kecaman
-
Deddy Corbuzier Murka Tegur Pihak yang Manfaatkan Kematian Vidi Aldiano: Anda Sampah!
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya
-
Pusdokkes Polri Ungkap Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Alami Multipel Trauma Parah
-
Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money
-
Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi
-
Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini
-
Erry Riyana: Kerugian Negara Bukan Pintu Masuk Korupsi, Harus Uji Niat Jahat
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Analisis TAA Korlantas Polri: Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Saat Hantam KRL di Bekasi
-
Sofyan Djalil Sebut Adanya Kriminalisasi Kebijakan Bikin Pejabat Jadi Penakut dan Hilang Kreativitas
-
Titip Anak, Titip Trauma? Wajah Gelap Daycare Ilegal di Indonesia