Suara.com - Sebuah sekolah swasta di Kenya beralih fungsi dari tempat belajar mengajar mnejadi fasilitas peternakan unggas. Kondisi itu terjadi sejak seluruh sekolah ditutup akibat pandemi virus Corona.
Menyadur New York Post, Minggu (6/9/2020), kebijakan pemerintah Kenya menutup sekolah sejak Maret 2020 demi mencegah penyebaran virus, memiliki dampak negatif bagi sebagian orang.
Para tenaga pengajar kini kesulitan untuk berjuang menghasilkan uang demi bertahan hidup di masa-masa sulit akibat pandemi virus Corona.
Setelah pemerintah Kenya memutuskan periode penutupan sekolah bakal berlangsung hingga Januari tahun depan, banyak pengajar yang mencari pekerjaan lain.
Beatrice Maina, pemilik sekolah swasa Mwea Brethren School, memilih untuk menjadi peternak ayam. Dia mengubah ruang kelas menjadi kandang dari unggas-unggas tersebut.
Dia mengatakan biasanya sekolah itu dihadiri 300 anak dan 20 guru tetap, kini semuanya terhenti akibat pandemi Covid-19.
"Ini adalah bencana bagi akademisi," kata Beatrice Maina kepada AP dikutip dari New York Post.
Saat ekonomi merosot, Maina kini memelihara kawanan ayam yang dia tempatkan di kelas-kelas yang kurang lebih enam bulan sudah tidak dihadiri siswa-siswi.
Papan tulis sekarang menampilkan catatannya tentang pemeliharaan ayam. Tanggal pemberian obat cacing dan data pakan telah lama menggantikan tabel perkalian.
Baca Juga: Terpopuler Sepekan: Viral Kembar Albino hingga Skincare Abal-abal Terlaris
“Saya berharap guru=-guru di sekolah ini pun masih melakukan sesuatu karena hidup harus dilanjutkan,” kata Maina.
Sekolah-sekolah swasta di negara Afrika Timur itu mengatakan bahwa mereka sangat terpukul, kata Peter Ndoro, CEO Asosiasi Sekolah Swasta Kenya.
"Lebih dari 300.000 staf sebagian besar sedang cuti tanpa dibayar sampai kelas dilanjutkan," kata Ndoro.
Sekolah di Kenya telah ditutup sejak Maret. Sekolah umum berada dalam kondisi yang sedikit lebih baik karena pemerintah membayar sejumlah gaji untuk guru dan staf, kata Ndoro.
Meski pemerintah ikut turun tangan dengan masalah ini, Ndoro mengaku khawatir dengan kondisi para pengajar khususnya yang bekerja di sekolah swasta.
“Ini benar-benar mempengaruhi guru kami dan kami tidak tahu apakah mereka akan memiliki… semangat untuk kembali,” kata Ndoro.
Berita Terkait
-
Pandemi Covid-19, Paus Fransiskus: Beri Waktu Bumi Beristirahat
-
6 Kabupaten di Papua Bebas Virus Corona, Sudah Zona Hijau
-
Warga Italia Demo Anti-Masker, Sebut Covid-19 Konspirasi Global
-
6 September: Pasien Positif Covid-19 di RSD Wisma Atlet Jadi 1.619 Orang
-
Studi Terbaru Ungkap Orang Kekurangan Vitamin D Rentan Terinfeksi Covid-19
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi
-
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus
-
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang
-
Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas
-
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme