News / Internasional
Rabu, 09 September 2020 | 02:58 WIB
Pemimpin demonstrasi Belarusia, Maria Kolesnikova. [AFP]

“Penculikan… adalah aib. Metode Stalinis NKVD sedang diterapkan di Eropa abad ke-21. Dia harus segera dibebaskan ”.

Sebelum pemilihan presiden, Kolesnikova telah bergabung dengan calon presiden oposisi Sviatlana Tsikhanouskaya yang kemudian melarikan diri ke Lituania.

Gelombang protes di Belarusia membesar setelah banyak masyarakat menganggap hasil pemilihan presiden telah dicurangi oleh Alexander Lukashenko yang telah menjabat selama 26 tahun.

Lukashenko yang dijuliki sebagai diktator terakhir di Eropa membantah tuduhan itu dan balik menuding kekuatan asing coba menggulingkannya dalam sebuah revolusi.

Protes besar-besaran itu ditanggapi Lukashenko dengan tindakan keras. Beberapa laporan mengatakan banyak orang ditahan dan disiksa dalam proses penanganan demonstrasi.

Tiga diplomat Uni Eropa mengatakan kepada Reuters bahwa Uni Eropa sekarang sedang bersiap untuk menjatuhkan sanksi ekonomi pada 31 pejabat senior Belarus, termasuk menteri dalam negeri, sebagai tanggapan atas pemilihan dan tindakan keras selanjutnya.

Menghadapi krisis terdalamnya, Lukashenko mempertahankan dukungan dari Presiden Rusia Vladimir Putin, yang telah berjanji untuk mengirim polisi untuk mendukungnya jika diperlukan.

Load More