Suara.com - Awal pekan lalu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Andre Rosiade dihadirkan ke persidangan Pengadilan Negeri Klas I A Padang, Sumatera Barat. Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat itu menjadi saksi dalam sidang lanjutan sidang kasus dugaan prostitusi online yang menjerat terdakwa NN.
Kehadiran Andre Rosiade menjadi saksi kasus dugaan prostitusi online mendapatkan sindiran tajam dari politikus Partai Solidaritas Indonesia Muannas Alaidid.
Muannas Alaidid menyinggung kontroversi penggerebekan terhadap NN di sebuah hotel di Kota Padang pada Minggu (26/1/2020).
Kabar yang beredar, penggerebekan PSK itu merupakan skenario yang sengaja disusun Andre. Andre mengunggah aksi penggerebekan ke akun Instagram miliknya pada 27 Januari 2020. Aksi Andre dikritik berbagai pihak. Forum Masyarakat Peduli Parlemen menilai Andre telah melampaui kewenangan sebagai anggota legislatif, sementara Komisi Nasional Perempuan menyebut tindakan Andre tidak manusiawi (Kompas, 8 Februari 2020).
Setelah kasus masuk ke pengadilan dan Andre dijadikan saksi, Muannas Alaidid beromentar melalui akun Twitter @muannas_alaidid: "Apa hebat dan manfaatnya level anggota dewan yang dipilih ribuan orang begitu nafsunya buang energi untuk ‘habisi’ satu orang PSK."
Andre Rosiade terpancing setelah mendapatkan sindiran Muannas Alaidid dan balik menyinggung latar belakang Muannas Alaidid yang tak berhasil maju menjadi anggota legislatif pada pemilu yang lalu dengan sebutan "caleg gagal."
"Oi caleg gagal. Maaf suara ogut bukan ribuan. Tapi seratus ribuan lebih. Tepatnya 133.934. Alhamdulillah suara terbanyak di Dapil Sumbar 1. Ente boleh tunjuk lembaga survei yang kredibel. Siapa anggota DPR RI yang paling memuaskan kinerjanya dari Sumbar. Insya Allah Andre Rosiade he he," kata Andre Rosiade melalui Twitter yang dikutip Suara.com.
Persidangan
Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Klas I A Padang, Senin (7/9/2020), Andre memberikan kesaksian.
Baca Juga: Masuk Akal Pindah Ibu Kota Ditunda, Gerindra: Gak Ada Pandemi Aja Berat
"Saya kerap menerima laporan dan keresahan masyarakat tentang aktivitas maksiat dan prostitusi di Padang, sebagai anggota dewan yang lahir dan besar di Padang akhirnya saya merespon laporan itu," kata Andre di hadapan majelis hakim di Padang dalam laporan Antara.
Dia mengungkapkan laporan tersebut akhirnya ditindaklanjuti dengan menghubungi Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat dan polisi setuju untuk memberantasnya.
Kepolisian, ujar Andre, juga sepakat untuk melakukan penangkapan dengan cara tangkap tangan, sehingga meminta bantuan seseorang untuk menjadi informan.
Peran informan tersebut akhirnya diambil oleh saksi Rio, dengan mengikuti arahan polisi sebelum dilakukan penggerebekan di kamar salah satu hotel bernomor 606.
Andre menerangkan dalam penggerebekan tersebut, dia hanya mendampingi polisi dan berdiri di luar kamar.
"Saat polisi telah masuk ke kamar, kemudian polisi meminta masuk, baru saya ikut masuk ke dalam kamar," lanjutnya.
Berita Terkait
-
Media Inggris Sorot Kekejaman Daycare Little Aresha Jogja: Sungguh Tak Termaafkan
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Pratama Arhan Punya Pacar Baru, Pernyataan Andre Rosiade Soal Pernikahan Azizah Salsha Kini Berbeda
-
Daftarnya Gratis! Intip Keseruan Rosiade Padel Tournament di Alam Sutera
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat