News / Nasional
Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
Baca 10 detik
  • Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring operasi tangkap tangan oleh KPK pada Jumat, 10 April 2026.
  • Partai Gerindra menegaskan Gatut Sunu bukan kader resmi karena pendaftarannya belum disetujui secara administratif oleh pusat.
  • Pihak Gerindra menyatakan bahwa kader asli partai di Pemerintah Kabupaten Tulungagung adalah Wakil Bupati Ahmad Baharudin.

Suara.com - Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengklarifikasi status keanggotaan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, yang terjerat operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi atau OTT KPK.

Dasco menjelaskan, Gatut Sunu diusung banyak partai saat Pilkada 2025, dan saat itu statusnya belum menjadi kader Partai Gerindra.

Gatut, kata Dasco, baru mendaftar untuk bergabung dengan Gerindra setelah dia terpilih menjadi Bupati Tulungagung melalui proses politik yang melibatkan koalisi besar.

“Nah, baru setelah dia jadi bupati, belum lama kok, dia mendaftar menjadi kader Partai Gerindra. Baru daftar, belum resmi,” ujar Dasco saat dihubungi, Sabtu (11/4/2026).

Kronologi Pendaftaran yang Belum Tuntas

Dasco menekankan, status keanggotaan Gatut Sunu di Gerindra masih sangat prematur dan belum melalui proses pengukuhan sebagai kader inti yang sejak awal dibina oleh partai.

Hal senada juga ditegaskan oleh struktur partai di tingkat wilayah. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Timur memberikan keterangan tambahan yang memperkuat pernyataan Dasco.

Ketua OKK DPD Gerindra Jatim, Hidayat, mengatakan secara administratif, Gatut Sunu belum resmi tergabung sebagai kader partai berlambang kepala burung garuda tersebut.

“Masih belum,” kata Hidayat singkat, saat diminta konfirmasi mengenai status kartu tanda anggota (KTA) sang bupati.

Baca Juga: Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

Meski demikian, Hidayat tidak menampik, sebelumnya Gatut Sunu berencana bergabung Gerindra. Tapi, kata dia, permohonan itu belum mendapat persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat Gerindra.

Dengan demikian, statusnya hingga saat terjadi OTT KPK, Jumat (10/4), masih berada dalam tahap proses atau calon anggota, bukan merupakan kader yang memegang mandat penuh partai di daerah tersebut.

Penegasan Sosok Kader Murni di Tulungagung

Untuk menjaga marwah organisasi dan memberikan informasi yang akurat kepada konstituen di Jawa Timur, khususnya Tulungagung, Dasco menegaskan bahwa posisi kader murni Gerindra di pemerintahan daerah tersebut sebenarnya berada pada kursi orang nomor dua.

Ia meminta publik dapat membedakan antara pejabat yang bergabung setelah menang dengan kader yang memang tumbuh dari internal partai.

Ia menegaskan, kader Gerindra asli di Tulungagung adalah Ahmad Baharudin yang menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung.

Load More